Larangan Membuat Kerusakan di Bumi dan Pentingnya Rasa Aman dalam Islam

N Zaid - Lingkungan Hidup 30/08/2025
ilustrasi. Foto: Pixabay
ilustrasi. Foto: Pixabay

Oase.id - Dalam ajaran Islam, perbuatan merusak bumi dalam bentuk apa pun dilarang keras. Allah Subhanahu wa ta'ala. menegaskan dalam Al-Qur’an agar manusia tidak melakukan fasād (kerusakan), baik berupa perusakan alam, penindasan, maupun tindakan kriminal yang merusak ketertiban masyarakat.

Allah berfirman:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harapan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Al-A‘raf: 56)

Ayat ini menekankan bahwa bumi diciptakan dalam keadaan baik dan harmonis. Tugas manusia sebagai khalifah adalah menjaga dan memakmurkannya, bukan merusaknya.

Pentingnya Menjaga Rasa Aman dalam Islam

Rasa aman adalah salah satu nikmat terbesar dalam hidup. Tanpa keamanan, ibadah sulit dilakukan dengan khusyuk, kehidupan sosial menjadi kacau, dan rezeki pun terhambat. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian berada di waktu pagi dalam keadaan aman pada dirinya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan dunia telah dikumpulkan untuknya.” (HR. Tirmidzi)

Hadis ini menegaskan bahwa keamanan adalah pilar kebahagiaan hidup manusia. Bahkan, keamanan ditempatkan sejajar dengan kesehatan dan kecukupan pangan sebagai kebutuhan dasar setiap orang.

Pandangan Ulama Tentang Larangan Merusak Bumi

Para ulama menjelaskan bahwa menjaga keamanan dan mencegah kerusakan merupakan bagian dari maqāṣid al-syarī‘ah (tujuan utama syariat Islam).

Imam Al-Ghazali dalam Al-Mustashfa menegaskan bahwa syariat hadir untuk menjaga lima hal pokok: agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Segala bentuk kerusakan yang merusak kelima hal ini hukumnya haram.

Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa larangan membuat kerusakan mencakup perusakan fisik (seperti merusak tanaman dan bangunan), juga kerusakan moral, sosial, dan akidah.

Ringkasan: Menjaga Bumi, Menebar Rasa Aman

Islam menempatkan bumi sebagai amanah yang harus dijaga. Setiap tindakan yang menimbulkan kerusakan—baik melalui penindasan, fitnah, pencemaran lingkungan, atau menciptakan ketakutan di tengah masyarakat—adalah bentuk pelanggaran terhadap perintah Allah.

Sebaliknya, menjaga rasa aman adalah ibadah yang tinggi nilainya. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Seorang Muslim adalah orang yang kaum Muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian, larangan membuat kerusakan di bumi bukan hanya aturan sosial, tetapi bagian dari akidah dan ibadah. Menjaga keamanan dan kedamaian berarti menjaga nikmat Allah, sekaligus menjalankan misi kita sebagai khalifah di muka bumi.

Islam mengajarkan bahwa memperbaiki muka bumi—melalui ketaatan, menjaga lingkungan, dan membangun rasa aman—adalah pondasi kehidupan yang diberkahi. Sebaliknya, kerusakan muncul dari maksiat dan pengabaian nilai-nilai moral. Semoga kita menjadi generasi yang menjaga bumi dan menjadikan keamanan sebagai fondasi, bukan kemusnahan. 


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus