Pemerintah Resmikan 3 Rusun Santri Ponpes di Kediri

Medcom.id - Pendidikan 17/02/2020
Rumah susun santri Pondok Pesantren. Foto: dok Kementerian PUPR
Rumah susun santri Pondok Pesantren. Foto: dok Kementerian PUPR

Oase.id- Tiga rumah susun (rusun) untuk santri di Kediri, Jawa Timur diresmikan pemerintah, pada Senin 17 Februari 2020. Ketiganya antara lain Rusun Ponpes Hidayatullah Mubtadiin Lirboyo di Kota Kediri, Ponpes Al Amin, dan Al Falah Ploso, Jawa Timur.

Sekretaris Kabinet Republik Indonesia, Pramono Anung berharap pola-pola pembangunan seperti ini bisa terus dilanjutkan. Apalagi, berdasarkan laporan Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, pesantren sangat membutuhkan hunian bagi para santri.

"Kalau satu rusun saja tentu tidak akan cukup. Pemerintah pusat akan semaksimal mungkin membantu, karena bagaimana pun Indonesia akan menjadi lebih kuat kalau Ponpes sebagai tiang utama perkembangan penyebaran agama dan memperkuat keagamaan menjadi lebih besar dan kuat," ujar Pramono, sebagaimana dilansir Medcom.id.

Menurutnya, fasilitas pendukung pendidikan di Pondok Pesantren sebisa mungkin harus diperhatikan dengan baik, guna mendukung pendidikan di Ponpes. Pemerintah juga akan terus memfasilitasi hal tersebut secara khusus.

 

"Kita siap membantu rusun di Ponpes karena dananya memang ada. Kalau dulu bangunan rusun dan pondoknya terpisah-pisah, sekarang dibangun sampai fasilitasnya lengkap dan jadi, termasuk tamannya juga," jelas dia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan Kementerian PUPR siap mendukung peningkatan kualitas pendidikan santri di pondok pesantren. Adanya pembangunan satu tower rusun tersebut diharapkan bisa membantu para santri untuk mendapatkan tempat tinggal atau asrama yang layak selama proses mengemban ilmu agama, serta meningkatnya kualitas santri selama proses belajar mengajar dan mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul di masa yang akan datang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan, Rusun Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo di bangun oleh Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Jawa Timur.

Pembangunan rusun untuk para santri Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo bertujuan untuk mendorong pemerataan serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di pondok pesantren. Rusun diharapkan dapat dimanfaatkan para santri sebagai tempat tinggal yang lebih layak dan sehat, serta memudahkan mobilisasi santri untuk mengoptimalkan kegiatan belajar.

Adapun rusun ini terdiri dari satu tower dengan dua lantai, di setiap lantainya dua barak, jadi totalnya ada empat barak. Bangunan seluas 289,71 meter persegi ini diperkirakan dapat menampung sebanyak 88 orang santri.

"Guna menambah kenyamanan para santri selama tinggal di rusun tersebut, Kementerian PUPR telah melengkapi bangunan rusun dengan instalasi listrik, air bersih, serta meubelair pada masing-masing unit, seperti tempat tidur susun dan lemari dua pintu untuk para santri," ujarnya.

Rusun di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin Lirboyo ini diharapkan juga dapat memberikan fasilitas hunian yang layak dan jauh lebih terjangkau khususnya untuk santri. 

Agar fasilitas serta bangunan yang dibangun dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ini dapat awet serta terpelihara dengan baik, Kementerian PUPR meminta agar semua penerima bantuan tersebut dapat mengelola aset negara yang diberikan kepada mereka dengan sebaik-baiknya.

Pengasuh Ponpes Lirboyo, KH Abdullah Kafabihi Mahrus mengungkapkan, jumlah santri di Ponpes Lirboyo sekitar 29 ribu orang. Kebanyakan para santri di Ponpes Lirboyo berasal dari keluarga kurang mampu dari berbagai kota di Indonesia. Oleh karena itu, pihaknya tidak menetapkan tarif pendidikan bagi para santri.
 
"Kami siap untuk memanfaatkan rusun yang ada ini. Kami juga berharap pemerintah tetap terus memperhatikan fasilitas pendukung pendidikan agama di lingkungan Ponpes" harapnya.
 
Adapun spesifikasi Rusun Pondok Pesantren Hidayatullah Mubtadiin Lirboyo di Kota Kediri, Jawa Timur ini dibangun oleh Kontraktor Pelaksana PT. Paramitra Multi Prakasa dengan masa pelaksanaan pembangunan selama 180 hari kalender.
 
Total anggaran pembangunan satu tower rusun tersebut sebesar Rp3,5 miliar untuk pekerjaan fisik, sedangkan untuk pengadaan meubelair sebesar Rp401,4 juta.


(FER)
TAGs:
Posted by Fera Rahmatun Nazilah