Apa yang Harus Dilakukan Jika Anda Kehilangan Kartu Nusak untuk Haji?
Oase.id - Kehilangan kartu Nusuk saat menjalankan ibadah haji dapat menghambat akses layanan sementara. Namun, otoritas Arab Saudi telah menyiapkan sejumlah langkah cepat untuk mengatasi kartu yang hilang atau rusak.
Manfaatkan Kartu Nusuk Digital
Langkah paling cepat yang bisa dilakukan adalah menggunakan kartu Nusuk versi digital. Jemaah dapat mengaksesnya melalui aplikasi Nusuk atau Tawakkalna di ponsel masing-masing. Kartu digital ini menampilkan barcode dan data pribadi yang sama seperti kartu fisik.
Petugas di berbagai titik, seperti pos pemeriksaan, transportasi, hingga pintu masuk akomodasi, dapat memindai versi digital tersebut. Dengan demikian, jemaah tetap dapat beraktivitas tanpa harus menunggu penggantian kartu fisik.
Ajukan Penggantian Melalui Ketua Rombongan
Untuk kartu fisik, proses penggantian harus mengikuti prosedur resmi. Jemaah diminta segera melapor kepada ketua rombongan jika kartu hilang atau rusak.
Ketua rombongan akan mengajukan permohonan penerbitan ulang kepada pihak berwenang. Selain itu, mereka juga memantau perkembangan proses pengajuan dan memberikan informasi terbaru kepada jemaah. Pengajuan ini hanya dapat dilakukan oleh ketua rombongan yang ditunjuk secara resmi.
Hubungi Layanan Bantuan atau Datangi Pusat Layanan
Jemaah juga dapat memperoleh bantuan langsung melalui saluran resmi. Layanan call center di nomor 1966 tersedia untuk dihubungi, baik dari dalam maupun luar negeri, guna mendapatkan panduan lanjutan.
Selain itu, jemaah bisa mendatangi pusat layanan Nusuk Care terdekat. Petugas akan membantu verifikasi identitas, menangani kasus kartu rusak, serta memproses penerbitan dokumen pengganti secara langsung di lokasi.
Persiapan Sebelum Keberangkatan
Aktivasi kartu Nusuk digital sebaiknya dilakukan sebelum tiba di Arab Saudi. Jemaah diimbau mengunduh aplikasi Nusuk dan Tawakkalna, lalu masuk ke akun masing-masing untuk memastikan data sudah aktif.
Mengaktifkan fitur kartu digital serta memastikan tampilannya dapat diakses menjadi langkah penting. Selain itu, membagikan kontak darurat kepada ketua rombongan juga dapat mempercepat penanganan jika terjadi kendala.
Dengan persiapan yang matang, jemaah tetap dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan lancar meski menghadapi kendala kehilangan kartu fisik.(TII)
(ACF)