Doa Rutin Nabi Muhammad SAW Berlindung dari Kemalasan dan Hari Tua yang Buruk

N Zaid - Doa Panjang Umur 14/06/2026
Doa Rutin Nabi Muhammad SAW Berlindung dari Kemalasan dan Hari Tua yang Buruk. Foto: Pixabay
Doa Rutin Nabi Muhammad SAW Berlindung dari Kemalasan dan Hari Tua yang Buruk. Foto: Pixabay

Oase.id - Tidak sedikit orang yang menginginkan umur panjang. Namun Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam justru mengajarkan umatnya untuk juga memohon perlindungan dari masa tua yang buruk. Sebab, usia yang panjang tanpa kesehatan dan kemampuan beribadah dapat membuat seseorang kehilangan kesempatan menambah amal kebaikan.

Dalam salah satu kajiannya, Ustadz Syafiq Riza Basalamah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa allam secara rutin membaca doa yang berisi permohonan perlindungan dari kemalasan serta kondisi lanjut usia yang membuat seseorang tidak lagi produktif dalam beribadah dan beramal saleh.

"Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam berlindung dari kemalasan dan dari masa tua yang buruk. Kenapa? Karena ketika seseorang diberi umur panjang tetapi mengalami masa tua yang buruk, akhirnya dia tidak mampu berbuat apa-apa dan bisa menjadi beban bagi orang lain," ujar Ustadz Syafiq.

Menurutnya, seorang Muslim idealnya tetap produktif hingga akhir hayatnya. Produktivitas yang dimaksud bukan hanya dalam urusan dunia, tetapi terutama dalam ibadah dan amal kebaikan yang menjadi bekal di akhirat.

Ia mencontohkan kondisi sebagian orang lanjut usia yang telah kehilangan kemampuan fisik maupun daya ingat sehingga tidak lagi mampu melaksanakan banyak amal ibadah sebagaimana sebelumnya.

"Boleh jadi sudah pikun tetapi masih hidup. Pena malaikat sudah diangkat. Dia tidak bisa lagi menambah amalan karena sudah tidak terkena kewajiban syariat sebagaimana orang yang kehilangan akal," jelasnya.

Karena itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan umatnya agar memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk tetap diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemampuan beribadah selama hayat masih dikandung badan.

Ustadz Syafiq juga mengutip doa yang sering dibaca Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika bersama para sahabatnya.

"Ya Allah, jadikan kami dapat menikmati pendengaran kami, penglihatan kami, dan kekuatan kami selama kami hidup, serta jadikan semua itu tetap bermanfaat hingga akhir usia kami," katanya.

Menurutnya, kondisi seorang Muslim yang tetap sehat dan mampu beribadah hingga usia senja merupakan nikmat yang sangat besar. Ia mencontohkan orang-orang tua yang masih mampu membaca Al-Qur'an tanpa kacamata, rutin ke masjid, serta menjalankan ibadah puasa meskipun telah berusia lanjut.

"Ada orang yang sampai usia 75 tahun masih bisa membaca Al-Qur'an tanpa kacamata, masih kuat berjalan ke masjid, dan masih mampu berpuasa. Itu adalah nikmat yang agung. Sampai mati tetap produktif," tuturnya.

Dalam ceramah tersebut, Ustadz Syafiq mengajak kaum Muslimin untuk mengamalkan doa pagi yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, salah satunya berbunyi:

"Rabbi a'udzu bika minal kasali wa su'il kibar."

Artinya: "Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan dari kejelekan di hari tua."

Doa tersebut merupakan bagian dari zikir pagi yang diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Selain memohon kebaikan hari itu dan hari-hari setelahnya, doa tersebut juga berisi permohonan perlindungan dari kemalasan, buruknya masa tua, azab neraka, dan azab kubur.

Melalui pesan tersebut, Ustadz Syafiq menegaskan bahwa setiap Muslim hendaknya tidak hanya meminta umur panjang, tetapi juga memohon agar usia yang diberikan Allah subhanahu wa ta’ala dipenuhi keberkahan, kesehatan, dan kesempatan untuk terus beramal saleh hingga akhir hayat. "Maka minta kepada Allah Azza wa Jalla agar tetap produktif sampai mati," pungkasnya.

Berikut doa lengkap dzikir pagi yang mengandung permohonan kepada Allah agar senantiasa dijauhkan dari rasa malas dan hari tua yang buruk.

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.

Artinya:

“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di neraka dan siksaan di alam kubur.


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus