Azan Kembali Dikumandangkan di Masjid Kanada Setelah Sempat Terhenti karena Ancaman dan Penolakan

N Zaid - azan 05/08/2026
Azan Kembali Dikumandangkan di Masjid Kanada. Foto: cbc.ca
Azan Kembali Dikumandangkan di Masjid Kanada. Foto: cbc.ca

Oase.id - Suara azan atau panggilan salat umat Islam kembali terdengar dari sebuah masjid di pusat Kota Regina, Provinsi Saskatchewan, Kanada, setelah sebelumnya dihentikan sementara akibat munculnya kritik hingga ancaman terhadap pihak masjid.

Regina City Jamia Masjid kembali menyiarkan azan menggunakan pengeras suara pada Jumat pekan lalu setelah memperoleh izin kebisingan terbaru dari Regina Police Service. Sebagai bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat, pihak masjid juga menambahkan terjemahan bahasa Inggris setelah lantunan azan dalam bahasa Arab.

Direktur Regina City Jamia Masjid, M. Anisur Rahaman, mengatakan penambahan terjemahan tersebut bertujuan mengurangi kesalahpahaman mengenai makna azan di tengah masyarakat.

"Jika seseorang tidak mengetahui apa yang kami ucapkan dalam bahasa Arab, mereka bisa saja memiliki pemahaman yang keliru," ujar Rahaman.

Sebelumnya, masjid tersebut mulai menyiarkan azan selama sekitar tiga menit setiap Jumat siang pada Juni lalu. Namun, kegiatan itu dihentikan sementara setelah mendapat reaksi negatif dari sejumlah pihak.

Setelah mendapatkan izin baru, pengumuman azan kembali dilakukan melalui pengeras suara yang dipasang di atap masjid. Rahaman menjelaskan, izin kebisingan harus diperbarui setiap kali masjid ingin melakukan siaran azan.

Survei Publik Tunjukkan Dukungan Warga Sekitar

Sebelum memutuskan melanjutkan kembali siaran azan, pihak masjid bersama kepolisian melakukan survei kepada masyarakat untuk mengetahui pandangan warga mengenai kegiatan tersebut.

Rahaman menyebut sebanyak 219 orang memberikan tanggapan dalam survei tersebut. Namun, hanya 30 responden yang tinggal dalam radius satu kilometer dari masjid dan secara langsung berpotensi terdampak oleh suara pengeras.

Dari 30 warga tersebut, delapan orang menyatakan mendukung siaran azan. Sementara dari 22 orang yang tidak mendukung, hanya dua orang yang menyebut faktor kebisingan sebagai alasan utama penolakan.

Menurut Rahaman, penolakan yang muncul lebih banyak berkaitan dengan persepsi terhadap Islam dibandingkan persoalan suara azan.

"Masalahnya adalah Islam sebagai agama," katanya.

Ia menilai masih terdapat informasi yang keliru mengenai Islam dan praktik keagamaan umat Muslim yang menjadi penyebab sebagian masyarakat menentang siaran azan.

Masjid Pastikan Keamanan Tetap Terjaga

Meski sebelumnya menerima ancaman, Rahaman mengatakan pihaknya tidak melihat adanya risiko keamanan besar setelah azan kembali disiarkan.

Ia menilai kekhawatiran yang muncul pada awal polemik telah berkurang karena komunikasi dengan masyarakat terus berjalan.

"Ketakutan yang kami rasakan di awal, saya pikir sudah berkurang. Kami tidak melihat adanya ancaman yang membuat kami merasa berada dalam bahaya. Kawasan pusat Kota Regina sangat baik," ujar Rahaman.

Rahaman juga mengatakan dirinya telah berdialog dengan sejumlah pemimpin agama lain yang memberikan dukungan terhadap langkah masjid tersebut.

Ia berharap keberlanjutan siaran azan dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat Kanada untuk lebih memahami Islam dan kehidupan umat Muslim.

Menurutnya, komunikasi langsung antara komunitas Muslim dan warga sekitar dapat membantu menghilangkan prasangka.

"Kami sangat positif bahwa seiring waktu, ketika kami berbicara dan bertemu dengan anggota masyarakat, mereka akan semakin memahami," kata Rahaman.

Kembalinya azan di Regina menjadi bagian dari dinamika kehidupan multikultural Kanada, di mana komunitas agama terus berupaya menemukan keseimbangan antara kebebasan menjalankan keyakinan dan kepentingan masyarakat sekitar.(cbc.ca)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus