Doa Terhindar dari Bencana Banjir

Gambar oleh Joseph thomas dari Pixabay
Gambar oleh Joseph thomas dari Pixabay

Oase.id - Beberapa daerah di Indonesia tengah mendapatkan ujian dari Allah SWT berupa bencana banjir. Musibah ini sebagai pengingat agar manusia lebih menjaga kebersihan lingkungannya, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sepanjang pekan ini, sejumlah masyarakat di beberapa daerah Indonesia, utamanya yang tinggal di bantaran kali atau sungai direpotkan dengan tingginya curah hujan di daerah mereka. Akibat hujan yang terus menerus, tempat tinggal mereka pun kebanjiran.

Bencana banjir memang bukan hal baru yang terjadi di Indonesia. Tak hanya di Indonesia, bencana banjir juga pernah terjadi di Madinah, tanah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Seperti dikutip dari The Humairo, pada zaman Nabi Muhammad SAW, Kota Madinah sempat dilanda kekeringan. Lalu kemudian, atas permintaan masyarakat, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.

Doa Rasulullah pun diijabah dan hujan turun deras selama sepekan. Kisah yang shahih riwayatnya dalam Hadist Bukhori No 1014, menceritakan Madinah yang awalnya kekeringan pun dilanda banjir.

Warga pun kembali meminta Nabi untuk memanjatkan doa menghentikan hujan dan banjir. Pasalnya akses jalan terputus dan banyak hewan ternak mati terendam.

"Ya Rasulullah, harta benda rusak, jalan-jalan terputus. Mohon didoakan kepada Allah agar Allah memberhentikan hujan ini," pinta warga.

Rasulullah pun kembali memanjatkan doa agar hujan dan banjir berhenti. Doa tersebut juga bisa kita amalkan saat banjir menerjang.

Berikut doa yang diamalkan Nabi Muhammad SAW saat banjir melanda, seperti dinukil dari artikel Medcom.id:

"Allahuma khawaalaina laa'Alaina, Allahumma 'alal aakaam wad dhoroob, Butuunil audawiyah, Wa manaabitis syajar."

Artinya:

 "Ya Allah (turunkan hujan) di sekitar kami dan tidak menjadi bencana bagi kami. Ya Allah mohon alihkan hujan ini ke gunung-gunung, perbukitan/dataran tinggi, lembah-lembah, kebun atau hutan."

Ibnu Hajar Al-'Asqalani rahimahullah menerangkan pelajaran dari doa tersebut. Doa itu dapat disimpulkan bahwa siapa yang mendapatkan nikmat dari Allah, tidak sepatutnya membenci nikmat itu karena ada hal yang tidak disenangi.

Hendaknya meminta kepada Allah untuk mengangkat hal yang tidak disenangi, kemudian meminta agar nikmat tetap diberikan.


(ACF)
Achmad Firdaus
Posted by Achmad Firdaus