Pentingnya Memanjatkan Doa Meminta Dijauhkan dari Api Neraka ketika Ramadhan

N Zaid - Ramadan 03/03/2026
Ilustrasi neraka. Foto: Pixabay
Ilustrasi neraka. Foto: Pixabay

Oase.id - Ustadz Khalid Basalamah mengingatkan umat Islam untuk memperbanyak doa di bulan Ramadhan, khususnya memohon agar dibebaskan dari api neraka. Dalam salah satu ceramahnya, ia menekankan bahwa Ramadhan memiliki keutamaan besar yang tidak ditemukan pada bulan-bulan lainnya.

Menurutnya, salah satu doa yang dianjurkan adalah memohon kepada Allah agar nama diri sendiri serta kedua orang tua dihapus dari daftar penghuni neraka.

“Ya Allah, selamatkan atau hapuskan nama kami dan nama ayah dan ibu kami dari api neraka. Allahumma a‘tiq riqabana wa aba’ina wa ummahatina minan nar,” demikian doa yang ia sampaikan dalam ceramahnya.

Ustadz Khalid menjelaskan, keutamaan ini sangat istimewa karena pada setiap malam Ramadhan Allah membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka. Ia mengutip sabda Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam yang menyatakan bahwa Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka (utaqa minan nar), dan peristiwa itu terjadi setiap malam selama Ramadhan.

Artinya, kesempatan untuk terbebas dari siksa neraka terbuka luas sepanjang bulan suci. Ia menegaskan bahwa setiap manusia pada dasarnya memiliki tempat di surga dan tempat di neraka. Jika seseorang meninggal dalam keadaan beriman, maka ia akan menempati tempatnya di surga, sementara jatahnya di neraka tidak akan digunakan. Sebaliknya, jika meninggal dalam keadaan kafir, maka tempatnya di surga tidak akan diberikan.

Sementara itu, bagi orang beriman yang memiliki banyak dosa, ia menjelaskan bahwa bisa saja orang tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu di neraka sebelum akhirnya masuk ke surga. Karena itu, momentum Ramadhan menjadi sangat penting untuk memohon penghapusan nama dari daftar penghuni neraka.

“Di Ramadhan ada masa tiap malam penghapusan nama kita dari api neraka. Kalau kita mohon, ‘Ya Allah, hapuskan nama saya dari api neraka,’ maka itu kesempatan besar,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan praktik doa yang kerap dipanjatkan para imam di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Pada salat witir dalam rangkaian tarawih maupun qiyamullail, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan, doa pembebasan dari api neraka hampir selalu dibaca.

Menurut Ustadz Khalid, kebiasaan tersebut menunjukkan betapa pentingnya doa memohon keselamatan dari neraka sebagai bagian dari ibadah di bulan suci. Ia pun mengajak umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas yang hanya datang sekali dalam setahun itu dengan memperbanyak istighfar, taubat, dan doa agar termasuk golongan yang dibebaskan dari api neraka.


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus