Lonjakan Turis Padati Cappadocia, Museum Göreme Jadi Magnet Utama

N Zaid - Turki 27/01/2026
Lonjakan Turis Padati Cappadocia, Museum Göreme Jadi Magnet Utama. Foto AA
Lonjakan Turis Padati Cappadocia, Museum Göreme Jadi Magnet Utama. Foto AA

Oase.id - Museum Terbuka Goreme di Nevsehir, Turkiye, terus menjadi magnet wisata dunia. Sepanjang tahun lalu, destinasi bersejarah yang berada di jantung kawasan Cappadocia ini mencatat kunjungan lebih dari 1,18 juta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Dikenal dengan deretan gereja, biara, dan kapel yang dipahat langsung di bebatuan vulkanik, Goreme Open-Air Museum menawarkan pengalaman wisata sejarah yang unik. Dinding-dindingnya dihiasi lukisan fresco berwarna yang telah bertahan sejak berabad-abad lalu, menjadikannya salah satu museum paling populer di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turkiye.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Nevsehir, jumlah pengunjung museum ini tersebar relatif merata sepanjang tahun, dengan puncak kunjungan terjadi pada musim semi dan gugur. Pada April hingga Oktober, angka kunjungan tercatat meningkat signifikan seiring cuaca yang lebih bersahabat bagi wisatawan.

Tak heran jika Museum Terbuka Goreme masuk dalam tiga besar museum dengan jumlah pengunjung terbanyak di Turkiye. Angka kunjungan tersebut bahkan menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sekitar 1,13 juta orang.

Jejak Sejarah dan Spiritualitas di Cappadocia

Pemandu wisata setempat, Yunus Kervan, menyebut Goreme sebagai pusat wisata sejarah Cappadocia. Menurutnya, museum ini memiliki nilai penting karena menyimpan gereja dan biara tertua di kawasan tersebut, yang sebagian besar berasal dari abad ke-11 dan ke-12.

“Di sini terdapat sekitar 12 gereja batu, dan biasanya enam di antaranya menjadi rute utama kunjungan, seperti Gereja St. Basil, Barbara, Apple, Snake, hingga Dark Church,” ujarnya. Dark Church atau Gereja Gelap menjadi yang paling istimewa karena minim cahaya matahari, sehingga lukisan dindingnya terjaga dengan sangat baik.

Menariknya, pengunjung museum ini datang dari berbagai penjuru dunia. Selain wisatawan Eropa dan Amerika Latin, banyak pula pelancong dari Asia, termasuk China, Korea Selatan, Malaysia, 
dan Indonesia.

Hal senada disampaikan pemandu lainnya, Mustafa Soner Menekse. Ia menjelaskan bahwa bangunan-bangunan di Goreme dipahat dari batuan tufa vulkanik sejak ratusan tahun lalu dan berada dalam kawasan taman nasional yang kaya peninggalan peradaban.

“Di sini, pengunjung bisa melihat bagaimana peradaban Romawi, Bizantium, Seljuk, hingga Utsmani pernah hadir. Ini juga menjadi bukti bahwa umat dengan latar keimanan berbeda—Kristen dan Muslim—pernah hidup berdampingan,” jelasnya.

Destinasi Reflektif bagi Wisatawan Muslim

Bagi wisatawan Muslim, Goreme bukan sekadar destinasi wisata sejarah, tetapi juga ruang refleksi tentang perjalanan peradaban manusia. Nilai toleransi, spiritualitas, dan harmoni antarumat beragama terasa kuat di kawasan ini.

Seorang wisatawan asal Argentina, Dario Adler, mengaku kunjungan pertamanya ke Goreme memberikan kesan mendalam. “Tempat ini punya energi yang kuat. Sejarahnya membuat kita merenung dan melihat masa lalu dengan sudut pandang yang berbeda,” katanya.

Dengan kekayaan sejarah dan nuansa spiritual yang kental, Museum Terbuka Goreme layak masuk daftar destinasi wisata halal dan wisata sejarah Islami saat berkunjung ke Turkiye. Sebuah perjalanan yang bukan hanya memanjakan mata, tetapi juga mengajak hati untuk berpikir dan belajar dari peradaban masa lalu.(dailysabah)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus