Menjelajah Karabuk, Turki: Pesona Safranbolu, Jejak Ottoman, dan Keindahan Alam

N Zaid - Turki 11/01/2026
Menjelajah Karabuk, Turki: Pesona Safranbolu, Jejak Ottoman, dan Keindahan Alam. Foto: AA
Menjelajah Karabuk, Turki: Pesona Safranbolu, Jejak Ottoman, dan Keindahan Alam. Foto: AA

Oase.id - Provinsi Karabuk, yang terletak di wilayah barat laut Turki, menawarkan pengalaman wisata yang kaya akan sejarah, budaya, dan alam. Daerah ini dikenal melalui tiga ciri utamanya, yaitu saffron berwarna keemasan, sejarah industri besi, serta keindahan alam yang masih alami. Pusat daya tarik wisata Karabuk berada di Safranbolu, sebuah distrik bersejarah yang memadukan warisan Ottoman dengan panorama alam yang menawan.

Safranbolu, Kota Warisan Dunia UNESCO

Safranbolu kerap dijuluki sebagai “kota tempat waktu seolah berhenti”. Julukan tersebut merujuk pada kondisi arsitektur Ottoman yang masih terjaga dengan sangat baik, mulai dari rumah bangsawan, masjid, pemandian umum, hingga penginapan kuno. Kawasan ini resmi masuk dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1994.

Sejarawan ternama Turki, Ilber Ortayli, bahkan menyebut Safranbolu sebagai “Italia-nya Turki” karena keindahan tata kota dan kekayaan nilai sejarahnya.

Setiap bulan Oktober, Safranbolu menggelar Festival Saffron, sebuah perayaan tahunan untuk mengenang peran saffron yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional, kosmetik, dan kuliner. Festival ini dimeriahkan dengan panen saffron, pameran budaya, pertunjukan seni, serta sajian makanan khas daerah.

Safranbolu terletak sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Karabuk dan telah berada dalam status kawasan konservasi sejak 1975. Salah satu titik terbaik untuk menikmati pemandangan kota adalah Bukit Hidirlik, yang pada masa Ottoman digunakan sebagai lokasi upacara keagamaan, doa hujan, dan perayaan Hidirlez. Bukit ini juga diyakini sebagai area pemukiman awal masyarakat Turki di wilayah tersebut.

Menyusuri Pasar Tradisional dan Kerajinan Lokal

Berjalan kaki di Safranbolu memberikan sensasi menyusuri lorong sejarah. Beberapa kawasan yang menjadi favorit wisatawan antara lain:

Yemeniciler Arastasi
Pasar sepatu tradisional yang terkenal dengan produk sepatu kulit handmade khas Safranbolu.

Demirciler Carsisi
Pasar pandai besi yang masih mempertahankan teknik dan peralatan tradisional.

Sipahioglu Arastasi
Pusat kerajinan tembaga, ukiran kayu, serta aneka suvenir khas daerah.

Lapangan Kazdagli
Area kuliner yang menawarkan saffron, Turkish delight, serta kafe dan restoran bergaya butik.

Rumah Museum Kaymakamlar

Rumah Museum Kaymakamlar merupakan salah satu ikon Safranbolu. Bangunan tiga lantai ini dibangun pada akhir abad ke-18 dan dahulu milik Haci Mehmet Efendi, seorang pejabat tinggi Ottoman. Kini, rumah tersebut difungsikan sebagai museum yang menampilkan kehidupan masyarakat Safranbolu tempo dulu, mulai dari pakaian tradisional, peralatan dapur, hingga seni ukir kayu khas Ottoman.

Masjid Koprulu Mehmet Pasha

Masjid bersejarah ini dibangun pada tahun 1661–1662 oleh Wazir Agung Koprulu Mehmet Pasha. Keunikan masjid ini terletak pada jam matahari di halamannya, yang terbuat dari batu dan dilindungi pagar besi, dengan penunjuk waktu menggunakan angka Arab, mencerminkan kecanggihan seni dan ilmu pengetahuan Ottoman.

Desa Yoruk, Potret Kehidupan Tradisional Turki

Sekitar 11 kilometer dari Safranbolu, terdapat Desa Yoruk, sebuah desa yang mempertahankan arsitektur dan gaya hidup tradisional Turki. Rumah-rumah kayu dan batu peninggalan era Ottoman di desa ini dilindungi oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sejak 1997 dan mencakup 93 bangunan bersejarah.

Desa Yoruk juga memiliki keterkaitan dengan sejumlah tokoh terkenal, seperti penyanyi opera Leyla Gencer, perancang busana Cemil Ipekci, serta keluarga penyiar ternama Gulgun Feyman.

Hadrianopolis, Kota Kuno Penuh Jejak Sejarah

Bagi pencinta sejarah, Kota Kuno Hadrianopolis di distrik Eskipazar menjadi destinasi menarik. Kota ini didirikan pada abad ke-1 SM dan berkembang pesat pada masa Romawi dan Bizantium sebagai pusat keagamaan dan perdagangan.

Temuan arkeologis paling terkenal di kawasan ini adalah mosaik bergambar burung dan rusa, yang dianggap sebagai salah satu contoh seni Kristen awal terbaik di Anatolia. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat sisa-sisa teater, pemandian umum, tembok kota, saluran air, dan bangunan berkubah.

Keindahan Alam: Ngarai dan Teras Pandang

Karabuk juga dikenal dengan lanskap alamnya yang memukau. Ngarai Seker (Sugar Canyon) di distrik Yenice membentang sepanjang 6,5 kilometer, dengan tebing-tebing curam, hutan lebat, dan aliran sungai yang jernih. Kawasan ini merupakan bagian dari Hutan Yenice, salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di Eropa.

Sementara itu, Teras Ihlamur menawarkan panorama luas berupa lembah, hutan, dan ngarai. Dikelilingi pepohonan linden, area ini dilengkapi jalur pejalan kaki, dek pandang, kafetaria, serta museum tanaman, menjadikannya lokasi ideal untuk wisata alam, fotografi, dan edukasi lingkungan.(dailysabah)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus