Chef Muda dan Hotel Mewah: Wajah Baru Kuliner Istanbul di Fairmont Quasar dan Four Seasons

N Zaid - Turki 01/02/2026
Foto: Dailysabah
Foto: Dailysabah

Oase.id - Dunia hotel mewah di Istanbul tengah memasuki babak baru. Dua hotel ikonik, Fairmont Quasar Istanbul dan Four Seasons Hotel Sultanahmet, tampil dengan energi segar berkat kehadiran chef-chef muda yang sukses mendefinisikan ulang pengalaman kuliner kelas atas di kota dua benua ini.

Fairmont Quasar Istanbul: Modern, Strategis, dan Penuh Rasa

Berdiri anggun di lereng Bosphorus, kawasan Mecidiyekoy, Fairmont Quasar Istanbul dikenal sebagai salah satu hotel mewah paling strategis di kota. Lokasinya ideal, baik bagi pelancong bisnis maupun wisatawan akhir pekan. Hotel ini memiliki 209 kamar dan suite dengan desain arsitektur kontemporer, langit-langit tinggi, serta ruang-ruang lega yang memberi kesan nyaman sejak pertama kali tamu melangkah masuk.

Tahun ini, Fairmont Quasar memasuki fase baru dengan ditunjuknya Cem Aksahin sebagai General Manager. Kehadirannya membawa semangat tim yang segar, diperkuat kerja sama komunikasi dengan Yontem PR. Tak berlebihan jika hotel ini diprediksi menjadi salah satu properti paling banyak dibicarakan di Istanbul dalam waktu dekat.

Daya tarik utama Fairmont Quasar terletak pada lini kulinernya. Tamu dapat merasakan pengalaman yang sangat beragam dalam satu hari—mulai dari Aila, restoran unggulan yang menyajikan interpretasi modern masakan Turki, hingga Ukiyo, restoran bergaya Timur Jauh yang berada di lantai teras. Untuk suasana santai, Demlique menawarkan afternoon tea dan aneka kopi serta pastry sepanjang hari, sementara Marble Bar menjadi pilihan elegan untuk menikmati malam hingga dini hari.

Tak kalah memikat, Fairmont Spa seluas 2.000 meter persegi menghadirkan oase ketenangan di tengah hiruk-pikuk kota, cocok untuk melepas penat setelah rapat, belanja, atau menjelajah Istanbul.

Sosok yang paling menyita perhatian di Fairmont Quasar adalah Kemal Can Yurttas, celebrity chef sekaligus Executive Chef Aila. Meski masih muda, prestasinya terbilang luar biasa. Memulai karier di dapur sejak usia 15 tahun, Yurttas menempuh perjalanan panjang dari pelatihan profesional, pengalaman televisi, hingga bekerja di restoran-restoran terbaik Turkiye.

Aila menjadi bukti kepiawaiannya. Restoran ini tak hanya memikat lewat desain dan cita rasa, tetapi juga menghadirkan Spice Market internal dengan lebih dari 100 jenis rempah dari berbagai daerah di Turkiye. Rempah-rempah ini bukan sekadar bahan masakan, tetapi juga memberi aroma dan karakter khas yang memenuhi seluruh ruang.

Memasuki 2026, Aila mengawali tahun dengan deretan pengakuan prestisius, mulai dari rekomendasi Michelin, peringkat empat toque, hingga penghargaan Gault&Millau. Prestasi ini menegaskan posisi Aila sebagai representasi kuat generasi baru kuliner Istanbul.

Four Seasons Hotel Sultanahmet: Mewah dalam Balutan Sejarah

Berpindah ke jantung Kota Tua Istanbul, Four Seasons Hotel Sultanahmet menawarkan kemewahan yang bersenyawa dengan sejarah. Bertempat di bangunan bersejarah yang direstorasi dengan cermat, hotel ini menghadirkan pengalaman modern tanpa menghilangkan aura masa lalu. Sambutan hangat staf dan atmosfer yang terasa “seperti pulang ke rumah” menjadikannya salah satu properti Four Seasons terbaik di dunia.

Dengan hanya 65 kamar, hotel ini menyuguhkan kemewahan bergaya butik. Fasilitasnya meliputi spa intim, Avlu Restaurant, restoran all-day dining Lingo Lingo, serta rooftop terrace bar yang memukau, terutama saat musim panas. Untuk pengalaman menginap paling istimewa, suite dengan teras pribadi menjadi pilihan unggulan.

Sentuhan elegan hotel ini tak lepas dari peran General Manager Serap Akkus. Perhatiannya pada detail terasa di setiap sudut—dari kamar tamu hingga area publik—memberi kesan anggun dan hangat yang menyatu secara harmonis.

Di sisi kuliner, Avlu Restaurant menjadi permata tersendiri. Dipimpin oleh chef muda berbakat Ozgur Ustun, Avlu menjelma menjadi destinasi bersantap bergengsi di kawasan Sultanahmet. Dengan “tangan ajaibnya”, Ustun menghadirkan masakan Anatolia klasik yang diolah dengan teknik modern.

Berlokasi di halaman hijau hotel, Avlu dikelilingi arsitektur khas bangunan berwarna kuning cerah, jendela melengkung, menara, dan detail keramik tradisional. Oven batu menjadi elemen penting yang memberi sentuhan autentik, sementara meja-meja bercahaya lilin menciptakan suasana romantis saat malam tiba.

Menariknya, banyak bahan baku Avlu berasal dari para pelaku usaha perempuan di berbagai kota di Turkiye. Setiap hidangan tak hanya menawarkan rasa, tetapi juga cerita tentang kearifan lokal dan pemberdayaan komunitas. Tak heran jika Avlu meraih pengakuan Michelin dan berbagai penghargaan bergengsi lainnya.

Dengan hadirnya chef-chef muda penuh visi di dua hotel ini, Istanbul kian menegaskan posisinya sebagai salah satu destinasi kuliner dan hospitality paling dinamis di dunia.(dailysabah)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus