Antara Harta, Wanita dan Pujian Manusia, Mana yang Paling Berbahaya?

N Zaid - Inspirasi 24/01/2026
Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay

Oase.id -  Dalam percakapan inspiratif, komika Abdur Arsyad menantang pendakwah Felix Xiau dengan pertanyaan penting. Apa cinta dunia yang paling berbahaya bagi seorang Muslim? Apakah lawan jenis? Harta? Atau pencarian validasi manusia?

Felix menjawab dengan tegas bahwa ketiganya bisa menjadi fitnah (ujian) besar jika tidak dipahami dengan benar — bahkan semua memiliki dalilnya masing-masing.

1. Lawan Jenis — Fitnah Wanita

Dalam banyak riwayat sahih disebutkan bahwa salah satu ujian terbesar yang ditinggalkan kepada umat adalah fitnah wanita:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Tidak pernah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi kaum pria daripada fitnah wanita.”
— Hadis Muttafaq ‘Alaih (Imam Bukhari dan Imam Muslim).

Ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan besarnya daya tarik wanita sebagai ujian bagi laki-laki sehingga kewaspadaan dan tata cara interaksi sesuai syariat sangat penting.

2. Harta — Ketika Dunia “Dibentangkan”

Rasulullah ﷺ juga memperingatkan tentang potensi bahaya dunia dan harta:

“… Demi Allah! Bukanlah kemiskinan yang aku takutkan atas kalian, tetapi aku takut dunia dibukakan kepada kalian sebagaimana dibukakan kepada orang-orang sebelum kalian — lalu kalian berlomba mencari dunia sebagaimana mereka berlomba, dan dunia akan menghancurkan kalian sebagaimana telah menghancurkan mereka.” — HR. Al-Bukhari

Hadis ini sering dipahami bahwa bukan harta itu sendiri yang buruk, tetapi ketika harta menjadi tujuan hidup dan membuat manusia lalai kepada Allah, maka ujian itu menjadi lebih berat.

3. Validasi Manusia — Bahaya Riya’ dalam Ibadah

Inilah yang Felix sebut sebagai fitnah halus yang masuk sampai ke niat ibadah. Ada sebuah riwayat yang menjelaskan tiga golongan orang yang pertama kali akan diperiksa di Hari Pembalasan (Hisab) karena niat mereka tidak lurus kepada Allah, melainkan untuk dilihat manusia:

“… Pada hari kiamat akan diputuskan perkara manusia yang pertama:

Seorang yang mati syahid… Allah bertanya: ‘Apa yang telah engkau lakukan?’ Ia berkata: ‘Aku berperang di jalan-Mu sampai aku terbunuh.’ Allah berkata: ‘Engkau berdusta, engkau berperang agar dikatakan pemberani.’ Kemudian ia diseret dengan wajahnya dan dilemparkan ke neraka.

Seorang yang belajar dan mengajarkan ilmu serta membaca Qur’an... Allah berkata: ‘Engkau berdusta, karena engkau mencari nama sebagai ulama dan qari.’

Seorang yang kaya… Allah berkata: ‘Engkau berdusta, karena engkau ingin dipuji sebagai dermawan.’”
— Hadis Riwayat Muslim dan Nasa’i.

 


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus