Ngomong Jorok, Puasa Batal?
Oase.id - Banyak umat Muslim bertanya: apakah saat berpuasa, mengucapkan kata-kata kasar, jorok, atau makian dapat membatalkan puasa? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat penjelasan para ulama dan sumber-sumber fikih yang kredibel.
Hukum Mengucapkan Kata Kotor Saat Puasa
Menurut mayoritas ulama dan lembaga fatwa Islam, mengucapkan kata kasar, jorok, atau sumpah tidak membatalkan puasa secara hukum syariat. Hal ini karena puasa dalam Islam dianggap batal hanya oleh hal-hal tertentu yang jelas disebutkan dalam Al-Qur’an dan Sunnah, seperti makan, minum, berhubungan intim, muntah dengan sengaja, serta haid atau nifas pada wanita. Kata-kata kasar tidak termasuk golongan ini.
Dengan kata lain, puasa Anda tetap sah atau tidak batal meskipun Anda secara tidak sengaja atau sengaja memakai ucapan buruk, asalkan Anda tetap menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga maghrib menurut aturan Islam.
Ucapan Keji Mengurangi Pahala Puasa
Puasa bukan hanya menahan diri dari makanan dan minuman, tetapi juga menahan hawa nafsu, termasuk berkata kasar atau menyakiti orang lain dengan lisan.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan sia-sia, maka Allah tidak memerlukan dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa meski puasa sah secara hukum, berkata buruk dapat mengurangi pahala dan keberkahan puasa Anda.
Anjuran Untuk Menjaga Lisan Selama Puasa
Islam sangat menekankan pengendalian diri dan akhlak yang mulia, terutama saat berpuasa. Nabi Muhammad ﷺ memberi aturan yang jelas:
“Jika salah seorang dari kamu berpuasa, janganlah ia berkata kotor atau berbuat bodoh. Jika seseorang mencelanya atau mencoba bertengkar dengannya, maka katakanlah: ‘Aku sedang berpuasa.’”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hal ini mengajarkan bahwa seorang yang berpuasa seharusnya lebih sabar, menjaga lisan, dan menahan diri dari ucapan yang tidak baik agar puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbaiki akhlaknya.
Akhlak Saat Puasa adalah Bagian dari Ibadah
Mengendalikan lisan (tidak berkata kasar) termasuk bagian dari tujuan puasa: meningkatkan ketakwaan dan kesabaran.
Meski kata kotor tidak membatalkan puasa, membiasakan ucapan buruk justru mengurangi nilai spiritual dari ibadah yang sedang dijalankan.
(ACF)