Pengertian, Riwayat, dan Penjelasan tentang Mata Ain dalam Islam

N Zaid - Doa ketika sakit 26/11/2024
ilustrasi. Foto: Pixabay
ilustrasi. Foto: Pixabay

Oase.id - Mata ‘ain (العين) adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada pengaruh buruk atau kerusakan yang disebabkan oleh pandangan seseorang, baik dengan rasa iri, kekaguman berlebihan, atau tanpa sengaja. Dalam tradisi Islam, mata 'ain diyakini memiliki dampak nyata dan bisa menimpa seseorang, menyebabkan penyakit, kesulitan, atau kerugian.

Artikel ini akan membahas pengertian mata ‘ain, riwayat yang mendasarinya, serta pandangan ulama berdasarkan hadits-hadits Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Pengertian Mata ‘Ain
Secara bahasa, kata "‘ain" berarti "mata." Dalam konteks ini, istilah tersebut mengacu pada pengaruh negatif yang muncul dari pandangan seseorang yang disertai rasa iri atau kekaguman yang tidak diiringi dengan doa atau zikir kepada Allah SWT. Mata ‘ain bisa terjadi karena adanya hasad (iri hati) atau kekaguman tanpa mengingat Allah, seperti mengagumi sesuatu tanpa mengucapkan kalimat Masya Allah atau Barakallahu fiik.

Dasar dari Hadits tentang Mata ‘Ain
Mata ‘Ain Itu Benar-Benar Ada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Mata ‘ain itu benar adanya. Seandainya ada sesuatu yang mendahului takdir, maka itu adalah mata ‘ain."
(HR. Muslim, no. 2188)

Hadits ini menunjukkan bahwa mata ‘ain adalah suatu kenyataan yang bisa memengaruhi kehidupan seseorang, meskipun segala sesuatu tetap berada dalam kehendak dan takdir Allah SWT.

Mata ‘Ain Bisa Menyebabkan Bahaya
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

"Pengaruh mata ‘ain dapat menjatuhkan seseorang ke dalam kubur dan unta ke dalam kuali." (HR. Ahmad dan Al-Hakim)

Artinya, mata ‘ain bisa menyebabkan seseorang sakit hingga meninggal, atau dalam contoh unta, ia bisa jatuh sakit hingga disembelih.

Nabi Memerintahkan Ruqyah untuk Mata ‘Ain
"Tidak ada ruqyah kecuali untuk penyakit 'ain atau sengatan." (HR. Bukhari, no. 5297, dan Muslim, no. 2186)

Ruqyah merupakan salah satu metode yang diajarkan oleh Nabi untuk mengobati pengaruh mata ‘ain.

Kisah Sahabat yang Terkena Mata ‘Ain
Dalam riwayat Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif disebutkan 

“Suatu saat ayahku, Sahl bin Hunaif, mandi di Al Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ‘Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya. Dan Sahl adalah seorang yang putih kulitnya serta indah. Maka ‘Amir bin Rabi’ah pun berkata: “Aku tidak pernah melihat kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, bahkan mengalahkan kulit wanita gadis”. Maka Sahl pun sakit seketika di tempat itu dan sakitnya semakin bertambah parah. Hal ini pun dikabarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, “Sahl sedang sakit dan ia tidak bisa berangkat bersamamu, wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun menjenguk Sahl, lalu Sahl bercerita kepada Rasulullah tentang apa yang dilakukan ‘Amir bin Rabi’ah. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ‘ain itu benar adanya, maka berwudhulah untuknya!”. ‘Amir bin Rabi’ah lalu berwudhu untuk disiramkan air bekas wudhunya ke Sahl. Maka Sahl pun sembuh dan berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ [2/938] dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [6/149]).

Cara Melindungi Diri dari Mata ‘Ain
Islam memberikan berbagai panduan untuk melindungi diri dari pengaruh mata ‘ain, antara lain:

Membaca Doa Perlindungan Rasulullah SAW sering membaca doa perlindungan untuk cucunya, Hasan dan Husain:

"Aku berlindung kepada Allah untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari segala gangguan setan, hewan berbahaya, dan pandangan mata yang buruk."
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Membaca Zikir Pagi dan Petang Zikir pagi dan petang, seperti membaca Ayat Kursi dan Surah Al-Falaq serta An-Nas, dapat melindungi seseorang dari mata ‘ain dan gangguan lainnya.

Menyebut Nama Allah ketika Kagum Ketika melihat sesuatu yang mengagumkan, hendaknya mengucapkan:

Masya Allah, laa quwwata illa billah (Masya Allah, tidak ada kekuatan kecuali dari Allah).

Ruqyah Syariyah Jika terkena mata ‘ain, seseorang dapat diruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa yang diajarkan Nabi.

Pandangan Ulama tentang Mata ‘Ain
Ibn Qayyim Al-Jauziyah
Dalam kitabnya Zaad Al-Ma'ad, Ibn Qayyim menjelaskan bahwa mata ‘ain adalah realitas yang bisa menyebabkan bahaya. Namun, ia menekankan bahwa perlindungan dari mata ‘ain harus dilakukan dengan zikir dan doa kepada Allah.

Imam An-Nawawi
Imam An-Nawawi menegaskan dalam Syarh Muslim bahwa mata ‘ain adalah salah satu bentuk ujian yang nyata. Namun, seorang Muslim tidak boleh takut secara berlebihan, karena semua kekuatan berada di tangan Allah.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Ulama kontemporer ini menjelaskan bahwa mata ‘ain adalah salah satu bentuk takdir Allah, dan cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan meningkatkan tawakal kepada Allah serta mengikuti sunnah Nabi dalam menjaga diri.

Mata ‘ain adalah fenomena nyata dalam Islam yang bisa berdampak buruk pada seseorang. Namun, Islam juga menyediakan solusi untuk melindungi diri dari mata ‘ain melalui doa, zikir, dan ruqyah. Penting bagi seorang Muslim untuk memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas izin Allah, sehingga seseorang harus selalu bersandar kepada-Nya.

Dengan menjaga hati dari rasa iri, berzikir kepada Allah, dan melindungi diri dengan doa, seorang Muslim dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan aman dari pengaruh mata ‘ain.


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus