Keberanian Muslim Australia: Ahmed Al Ahmed Ungkap kenapa Ia Berani Menghentikan Penembakan Massal

N Zaid - Kerukunan dan Toleransi 31/12/2025
Ahmed al Ahmed pahlawan dalam penembakan di Sydney. Foto: Ist
Ahmed al Ahmed pahlawan dalam penembakan di Sydney. Foto: Ist

Oase.id  - Nama Ahmed Al Ahmed kini dikenang sebagai simbol keberanian dan kemanusiaan. Pria Muslim yang bermukim di Australia itu menceritakan kembali detik-detik saat dirinya nekat berlari menghadapi pelaku penembakan di kawasan Bondi Beach, demi menghentikan aksi brutal yang mengancam nyawa banyak orang tak berdosa.

Dalam peristiwa berdarah yang terjadi pada 14 Desember lalu, Ahmed Al Ahmed menghadapi salah satu penyerang dan berhasil merebut senapan dari tangannya. Saat itu, yang ada di benaknya hanya satu hal: menghentikan pelaku agar tidak terus membunuh orang-orang yang tidak bersalah.

“Tugas saya hanya satu, merebut senjatanya dan menghentikannya agar tidak lagi merenggut nyawa manusia,” ujar Ahmed dalam wawancara dengan CBS News, Senin. Meski aksinya menyelamatkan banyak orang, ia mengaku tetap berduka atas korban yang telah meninggal dunia.

Aksi heroik Ahmed mendapat pujian luas di Australia. Ia diketahui melumpuhkan Sajid Akram, salah satu pelaku penembakan yang menargetkan warga Yahudi yang tengah menghadiri perayaan Hanukkah. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya.

Rekaman video yang viral di berbagai platform memperlihatkan Ahmed bergerak di antara mobil-mobil yang terparkir, lalu bergumul dengan pelaku hingga berhasil melucuti senjata api. Dalam insiden itu, Ahmed mengalami luka tembak di bagian bahu dan harus menjalani beberapa kali operasi.

“Saya meloncat dari belakang, memukulnya, menahannya, sambil memperingatkan agar dia menjatuhkan senjata dan menghentikan perbuatannya,” kata Ahmed. Ia mengaku tidak sanggup melihat orang-orang dibunuh di hadapannya, mendengar tembakan, atau menyaksikan jeritan minta tolong dari para korban.

“Itu seperti panggilan hati. Jiwa, hati, dan pikiran saya bergerak bersamaan untuk menyelamatkan nyawa manusia,” ujarnya.

Saat kejadian berlangsung, Ahmed tengah berada di pantai untuk membeli secangkir kopi. Ia adalah ayah dua anak yang hijrah dari Suriah ke Australia pada 2007 dan sehari-hari bekerja sebagai pedagang buah.

Media lokal melaporkan, pemerintah Australia memberikan jalur cepat dan mengabulkan sejumlah visa bagi anggota keluarga Ahmed sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan pengorbanannya.

Menteri Dalam Negeri Australia, Tony Burke, dalam pernyataannya menyebut tindakan Ahmed mencerminkan nilai keberanian dan kemanusiaan yang dijunjung tinggi di Australia.

Sementara itu, salah satu pelaku penembakan, Sajid Akram, tewas ditembak polisi di lokasi kejadian. Pria berusia 50 tahun tersebut merupakan warga negara India yang masuk ke Australia pada 1998. Putranya, Naveed Akram (24), warga negara Australia kelahiran lokal, kini ditahan dan menghadapi dakwaan berat, termasuk terorisme dan pembunuhan.(arabnews)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus