Polisi Selidiki Ancaman terhadap Sebuah Masjid di Toronto Kanada

N Zaid - Diskriminasi Islam 15/02/2026
 Sebuah masjid di kawasan tengah kota Toronto, Kanada, menjadi sasaran ancaman melalui sambungan telepon. Foto: CBC.ca
 Sebuah masjid di kawasan tengah kota Toronto, Kanada, menjadi sasaran ancaman melalui sambungan telepon. Foto: CBC.ca

Oase.id - Sebuah masjid di kawasan tengah kota Toronto, Kanada, menjadi sasaran ancaman melalui sambungan telepon dan kini berada dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Polisi menyatakan menerima laporan terkait dua panggilan telepon bernada ancaman yang ditujukan kepada Toronto Islamic Center and Community Services di Yonge Street, sebelah utara Bloor Street, pada Rabu waktu setempat.

Pihak pengelola pusat komunitas itu menyebut panggilan pertama diterima pukul 19.20 dan berlangsung sekitar satu menit. Panggilan kedua masuk pukul 20.41 dan berlangsung selama 14 menit. Sambungan kedua diterima saat seorang staf tengah menghubungi nomor darurat 911.

Rekaman salah satu panggilan kemudian diunggah oleh National Council of Canadian Muslims melalui akun Instagram resminya. Dalam rekaman tersebut, penelepon menyebut nama Brenton Tarrant, pelaku penembakan terhadap jamaah di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, pada 2019 yang menewaskan 51 orang.

Penelepon yang mengaku bukan warga Kanada itu meminta penerima telepon mencari nama pelaku tersebut dan melontarkan ancaman serangan serupa.

Dalam keterangan pers pada Jumat, pihak masjid menyebut isi panggilan tersebut sangat mengganggu. Mereka menyatakan penelepon menggunakan bahasa bernada Islamofobia dan rasis, serta menyampaikan ancaman pembunuhan secara eksplisit.

Manajer umum pusat komunitas, Shaffni Nalir, mengatakan pengamanan internal diperketat dengan sistem giliran berjaga saat waktu salat berlangsung, termasuk memantau pintu masuk dan keluar.

Menurut Nalir, ancaman bukan pertama kali terjadi, namun kali ini dinilai paling berani dan serius. Pada 2020, pihaknya pernah menerima email ancaman penembakan. Pada 2023, terjadi penyerangan terhadap sejumlah orang di luar masjid setelah salat Subuh.

Pengelola kini menggalang dana untuk menambah personel keamanan. Nalir menegaskan perlindungan jamaah menjadi tanggung jawab bersama komunitas dan memperingatkan bahwa Islamofobia dapat berujung pada kekerasan mematikan.

Kepolisian menyatakan belum mengetahui asal nomor penelepon dan belum memastikan apakah kasus ini akan diproses sebagai kejahatan bermotif kebencian.

Wali Kota Toronto, Olivia Chow, melalui pernyataan di platform X mengecam ancaman tersebut sebagai tindakan keji. Ia menegaskan kota Toronto dibangun atas dasar keberagaman dan penghormatan terhadap semua pemeluk agama, serta tidak menoleransi ancaman kekerasan dan ujaran kebencian.

Sementara itu, NCCM menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak masjid dan menilai tren Islamofobia dengan kekerasan di Kanada meningkat. Organisasi itu mendesak para pemimpin terpilih bekerja sama dengan komunitas untuk menyiapkan langkah konkret demi menjamin keamanan tempat ibadah.(cbc.ca)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus