Indonesia Siapkan Ekspor 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Kebutuhan Jemaah Haji 2026
Oase.id - Pemerintah Indonesia menyiapkan ekspor sekitar 2.280 ton beras produksi dalam negeri ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji tahun 2026. Pasokan ini ditujukan bagi sekitar 205.420 jemaah dan petugas haji Indonesia selama penyelenggaraan ibadah haji.
Pengiriman ditargetkan mulai dilakukan pada pekan pertama Ramadan 1447 Hijriah agar seluruh kebutuhan sudah tersedia jauh sebelum musim haji dimulai.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan rencana tersebut saat memberikan keterangan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. Ia menjelaskan, kebutuhan beras dihitung berdasarkan total paket makan yang akan diterima setiap jemaah.
Setiap jemaah dijadwalkan menerima 111 kali makan, terdiri dari 78 kali makan di Makkah, 27 kali makan di Madinah, dan enam kali makan saat fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina).
“Komposisi per paket makan mencakup 170 gram beras, 80 gram lauk, 75 gram sayuran, dan air mineral,” ujarnya.
Berdasarkan perhitungan tersebut, total kebutuhan beras untuk seluruh jemaah dan petugas mencapai sekitar 2.280 ton.
Tekan Biaya Konsumsi Jemaah
Saat ini, penyedia katering di Arab Saudi umumnya menggunakan beras impor dari berbagai negara dengan harga sekitar Rp17.000 per kilogram. Dengan penggunaan beras asal Indonesia, biaya diperkirakan bisa ditekan menjadi sekitar Rp16.000 per kilogram.
Efisiensi harga ini dinilai signifikan karena diterapkan pada total sekitar 22,8 juta paket makanan selama operasional haji.
Selain pertimbangan biaya, kebijakan ini juga didasarkan pada preferensi jemaah Indonesia terhadap beras dalam negeri. Banyak jemaah menilai tekstur dan rasa beras lokal lebih sesuai dengan selera mereka dibanding beras impor.
Bulog Ditugaskan Jalankan Ekspor
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan cadangan beras nasional yang saat ini melimpah untuk mendukung kebutuhan konsumsi jemaah di Tanah Suci.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan menerbitkan surat penugasan resmi kepada Perum Bulog untuk melaksanakan rencana ekspor tersebut.
Program ini disebut sebagai salah satu ekspor pangan yang difasilitasi negara dengan skala besar dan dirancang khusus untuk melayani kebutuhan jemaah haji Indonesia di luar negeri.(TII)
(ACF)