Doa-doa yang Jadi Tameng Perlindunganmu Sepanjang Hari
Oase.id - Setiap hari manusia berhadapan dengan berbagai kemungkinan: bahaya yang terlihat maupun yang tersembunyi, gangguan manusia maupun jin, serta ujian yang kadang datang tanpa diduga. Islam mengajarkan satu amalan sederhana namun sangat kuat sebagai pelindung diri, yakni dzikir pagi dan petang.
Para ulama sejak dahulu menegaskan bahwa dzikir bukan sekadar bacaan lisan, tetapi benteng perlindungan yang nyata bagi seorang hamba.
Dzikir Pagi dan Petang, Perisai Seorang Mukmin
Ibnul Qayyim rahimahullah menggambarkan keutamaan dzikir pagi dan petang dengan perumpamaan yang sangat kuat. Menurutnya, dzikir tersebut ibarat baju besi. Semakin tebal baju besi itu—yakni semakin rutin dan khusyuk dzikir dilakukan—maka semakin kuat pula perlindungan yang dirasakan oleh pemiliknya.
Bahkan, kekuatan dzikir itu bisa sedemikian besar hingga “memantulkan kembali anak panah” kepada pihak yang melepaskannya. Ini menunjukkan bahwa dzikir bukan hanya melindungi, tetapi juga menjadi sebab tertolaknya keburukan.
Termasuk Golongan yang Banyak Berdzikir
Keutamaan dzikir pagi dan petang juga ditegaskan oleh Ibnu ash-Shalah rahimahullah. Ia menyebutkan bahwa siapa saja yang menjaga dzikir pagi dan petang, dzikir setelah shalat, serta dzikir sebelum tidur, maka ia dicatat sebagai orang yang banyak mengingat Allah.
Ini penting, sebab Allah secara khusus memuji hamba-hamba-Nya yang banyak berdzikir dan menjanjikan ampunan serta pahala yang besar bagi mereka.
Pakaian Dzikir dan Selimut Istighfar
Ibnu Katsir rahimahullah memberikan nasihat yang sangat menyentuh. Ia mengajak kaum muslimin untuk “mengenakan pakaian dzikir” agar terlindungi dari keburukan manusia dan jin. Selain itu, ia menganjurkan untuk “menyelimuti ruh dengan istighfar” agar dosa-dosa siang dan malam dihapuskan.
Menariknya, Ibnu Katsir juga menjelaskan dampak batin dari dzikir. Orang yang membiasakan dzikir akan lebih mudah ridha ketika ditimpa hal yang tidak disukai, karena ia yakin bahwa semua itu adalah takdir terbaik dari Allah. Hatinya menjadi tenang karena telah berlindung kepada-Nya.
Surah Al-Ikhlas dan Dua Mu’awwidzat sebagai Pelindung
Salah satu bentuk dzikir pagi dan petang yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Syaikh Sa‘ad bin Turki al-Khotslan menjelaskan bahwa terdapat hadits sahih dari Abdullah bin Khubayb radhiyallahu ‘anhu, di mana Nabi ﷺ bersabda agar ketiga surah ini dibaca saat memasuki waktu pagi dan petang.
Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa bacaan itu akan “mencukupi dari segala sesuatu”, yakni sebagai perlindungan menyeluruh dari berbagai keburukan.
Hadits lain dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu juga menegaskan bahwa dua surah Mu’awwidzatayn (Al-Falaq dan An-Nas) memiliki keutamaan besar sebagai penjaga diri.
Dibaca Setelah Shalat dan Diulang Subuh serta Maghrib
Para ulama menjelaskan bahwa ketiga surah ini disunnahkan untuk dibaca setelah setiap shalat fardhu. Namun, secara khusus, bacaan tersebut diulang sebanyak tiga kali setelah shalat Subuh dan Maghrib, karena keduanya berkaitan langsung dengan dzikir pagi dan petang.
Dengan demikian, amalan ini mencakup dua keutamaan sekaligus: dzikir setelah shalat dan dzikir pagi-petang.
Jadikan Dzikir Sebagai Rutinitas: Ikhtiar Terbaik
Dzikir pagi dan petang bukanlah amalan ringan tanpa makna. Ia adalah benteng perlindungan, pakaian ruhani, sekaligus sumber ketenangan hati. Siapa yang menjaganya dengan istiqamah, maka ia berada dalam penjagaan Allah sepanjang hari dan malam.
Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian, menjadikan dzikir sebagai rutinitas adalah salah satu ikhtiar terbaik seorang mukmin untuk melindungi diri, hati, dan imannya.
(ACF)