Kemenag Berikan Bantuan Bertahap untuk 21 Ribu Pesantren

Medcom.id - Pendidikan 04/09/2020
Photo by ANT/Rahmad
Photo by ANT/Rahmad

Oase.id- Kementerian Agama secara bertahap sedang menyalurkan bantuan untuk lebih dari 21 ribu pesantren di masa pandemi. Tahap pertama sudah mulai cair di 9.511 pesantren.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag, Waryono mengatakan, bahwa penerima bantuan ini adalah pesantren yang telah memiliki Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

"Penerapan syarat NSPP bertujuan memperbaiki tata kelola yang memang selama ini lepas kendali. Saat dibuatkan sistem, semakin terdeteksi pesantren yang terdata dan atau tidak terdata," ujar Waryono, dilansir dari Medcom.id, Jumat, 4 September 2020.

Terkait info adanya sejumlah pesantren yang belum terdaftar sebagai penerima bantuan, Waryono mengaku belum mendapatkan datanya. Kalaupun ada, kata Waryono, pihaknya akan menelaah data tersebut terkait dengan kepemilikan NSPP-nya.

Waryono mengimbau pesantren yang belum masuk daftar penerima bantuan untuk memastikan apakah sudah memiliki NSPP atau belum. Bagi yang sudah habis masa berlakunya (lima tahun dihitung sejak keluarnya izin operasional yang pertama), segera didaftarkan ke link berikut ini: https://ditpdpontren.kemenag.go.id/ijoppesantren.

 

"Pendataan pesantren oleh EMIS melalui IZOP online ini sudah dilakukan sejak 2018," tegasnya.

Sebelumnya,Wakil Presiden Ma'ruf Amin menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian ke lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren, madrasah diniyah, hingga lembaga pendidikan Alquran. Perhatian ditingkatkan, utamanya di masa pandemi agar pesantren terhindar dari penularan covid-19.

"Pesantren jangan sampai menjadi pusat penularan covid 19. Pemerintah memiliki perhatian ke pesantren, diniyah dan pendidikan Alquran. Pemerintah menyediakan dana Rp2,6 triliun," terang Wapres dalam keterangannya, Kamis, 9 Juli 2020.

"Pesantren akan mendapat bantuan operasional, ada yang 50, 40, dan 25 juta, sesuai kriteria pesantren" sambungnya.


(FER)
TAGs:
Posted by Fera Rahmatun Nazilah