Jangan Sampai Tergelincir, Kenali Munculnya Riya

N Zaid - Riya 27/12/2023
Ilustrasi. Pixabay
Ilustrasi. Pixabay

Oase.id - Tantangan terbesar dari seseorang ketika beramal adalah godaan riya. Memamerkan pencapaian, dan perbuatan agar mendapat sanjungan dari manusia. Perasaan riya yang timbul akan menggerus kebaikan berupa pahala, bahkan bisa membuat seseorang jatuh menjadi hamba yang tercela di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala.

Seorang Muslim  harus berusaha tidak berbuat riya, karena riya adalah kemunafikan dan kesyirikan. Sedang seorang Muslim adalah orang yang beriman lagi bertauhid, dengan imannya dan tauhidnya dia menentang akhlak riya dan kemunafikan. Maka seorang Muslim tidak akan pernah menjadi seorang munafik dan tidak pula seorang tukang pamer riya.

Cukuplah seorang Muslim di dalam membenci akhlak tercela ini dan menjauhinya dengan mengetahui bahwa sesungguhnya Allah dan RasululNya membenci dan mengancam perbuatan riya. Allah mengancam orang-orang yang pamer dengan siksaan. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman.

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, dan orang yang berbuar riya. (Al-Ma'un 4-6)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam Allah subhanahu wa ta'ala berfirman

"Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang mana dia menyekutukan Aku di dalam amalan itu dengan selainKu, maka  semua amal itu adalah untuk sekutunya, dan Aku berlepas diri darinya. Aku adalah Dzat Yang Mahakaya (tidak butuh) persekutuan.(Muslim)

"Barangsiapa yang berbuar riya (pamer) maka Allah akan mempertunjukkan aibnya (pada Hari Kiamat), dan siapa yang ingin agar (amalnya) deidengar, maka Allah akan memperdengarkan aibnya (pada Hari Kiamat).(al-Bukhari)

"Sesungguhnya yang paling aku takutkan dari yang aku takutkan atas kamu sekalian adalah syirik kecil. Mereka bertanya, 'Apa syirik kecil itu ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Riya'. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman pada Hari Kiamat ketika membalas para hamba atas amalan-amalan mereka,'Pergilah kepada orang yang kamu berbuat riya' untuknya di dunia. Lihatlah apakah kamu temukan pahala di sisinya? (Ahmad)

Ada pun hakikat riya (pamer) adalah keinginan hamba di dalam beribadah dan taat kepada Allah  subhanahu wa ta'ala untuk memperoleh perhatian kedudukan di hati manusia.

Seorang Muslim, dianjurkan untuk tidak mengikuti hawa nafsu, menuruti dorongan untuk mendapat pujian orang. Sebab itu, perlu dikenali tanda-tanda seorang tumbuh riya, agar seorang Muslim mampu menghindari atau menekan kecenderungan riya sehingga tidak tumbuh perasaan yang tercela itu. 

Tanda-tanda riya adalah sebagai berikut.

1. Jika seorang hamba bertambah ketaatan ibadahnya di kala dipuji atau disanjung di dalam ketaatannya tersebut, dan ia akan meninggalkannya jika dicela pada ketaatannya itu.

2. Jika seorang rajin beribadah di kala bersama manusia lain, akan tetapi menjadi malas di kala sendirian.

3. Mau bersedekah, namun bila tidak ada yang melihatnya dia tidak mau bersedekah

4. Membicarakan kebenaran dan kebaikan atau melaksanakan ketaatan dan kebaikan akan tetapi bukan murni karena Allah, namun juga karena manusia atau, bukan karena Allah sama sekali, namun hanya karena manusia semata.(Dikutip dari Kitab: Minhajul Muslim. Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jaza 'iri)
 


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus