Hingel, Kuliner Tradisional Turki yang Sarat Cerita dan Kebersamaan

N Zaid - Kuliner 14/04/2026
Hingel Turki. Foto: Ds
Hingel Turki. Foto: Ds

Oase.id - Bagi wisatawan yang menjelajahi kawasan Anatolia di Turki, mencicipi kuliner lokal menjadi pengalaman yang tak terpisahkan. Salah satu hidangan yang patut dicoba adalah hingel, makanan tradisional yang memiliki akar budaya dari kawasan Kaukasus hingga Anatolia.

Hingel merupakan variasi dari hidangan mantı yang dibawa oleh masyarakat Kaukasus dan berkembang di berbagai wilayah Turki. Makanan ini populer di sejumlah provinsi seperti Sivas, Erzurum, Kars, dan Çorum. Di tiap daerah, hingel dikenal dengan sebutan berbeda seperti hengel, hangel, atau hıngel.

Berbeda dengan mantı pada umumnya yang berukuran kecil, hingel dibuat dalam ukuran lebih besar dengan bentuk beragam, mulai dari segitiga, persegi, hingga setengah bulan. Isian khasnya sederhana namun lezat, yakni campuran kentang, bawang, dan rempah-rempah.

Dalam tradisi masyarakat setempat, hingel bukan sekadar makanan, melainkan simbol kebersamaan. Hidangan ini kerap disajikan dalam acara pernikahan, hari raya, hingga pertemuan keluarga besar. Proses pembuatannya pun sering dilakukan bersama-sama, mencerminkan nilai gotong royong yang masih dijaga hingga kini.

Semra Temurbaş Mavibulut, seorang koki sekaligus ketua koperasi perempuan di Sivas, menyebut bahwa daerahnya masih mempertahankan warisan budaya leluhur, termasuk tradisi kuliner seperti hingel. Menurutnya, hidangan ini memang identik dengan momen spesial, namun tetap bisa dinikmati kapan saja.

Dari sisi pengalaman wisata, mencicipi hingel memberikan sensasi autentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Proses pembuatannya dimulai dari adonan tepung yang diuleni hingga kalis, lalu didiamkan agar lebih lentur. Sementara itu, kentang direbus dan dihaluskan, kemudian dicampur dengan bawang cincang, paprika, dan garam hingga menjadi isian yang kaya rasa.

Adonan kemudian digilas tipis dan dipotong bulat menyerupai kulit pangsit. Isian kentang ditempatkan di tengah, lalu adonan dilipat rapat sebelum direbus hingga matang. Setelah ditiriskan, hingel disajikan hangat dengan siraman mentega cair yang menambah cita rasa gurih.

Sebagai pelengkap, hingel biasanya disajikan dengan yogurt bawang putih, taburan cabai merah kering, dan daun mint kering. Perpaduan rasa gurih, segar, dan sedikit pedas ini menjadikan hingel sebagai hidangan yang memanjakan lidah.

Bagi wisatawan Indonesia, hingel bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman budaya. Dari dapur-dapur tradisional hingga meja makan keluarga, hidangan ini menghadirkan cerita tentang tradisi, kebersamaan, dan kekayaan kuliner Turki yang autentik.(dailysabah)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus