Ini yang Akan Kita Alami Jika Memutus Tali Silaturahmi

Octri Amelia Suryani - Silaturahmi Hukum Islam 13/05/2022
Ilustrasi putusnya tali silarutahmi (Foto: geralt_Pixabay)
Ilustrasi putusnya tali silarutahmi (Foto: geralt_Pixabay)

Oase.id - Islam mengajarkan umatnya untuk menjaga tali persaudaraan. Setiap individu diwajibkan menjalin silaturahmi dengan siapa pun. Karena menjadi kewajiban, maka memutuskan tali silaturahmi merupakan dosa besar dan sangat tidak disukai oleh Allah Swt.

Allah Swt berfirman dalam Al-Quran surah An-Nisa ayat 1 yang artinya, 

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim."

Silaturahmi dalam istilah syariat adalah berkunjung dan bertemu dengan orang lain. Namun, lebih tepatnya lagi silaturahmi mengandung makna berbuat baik kepada kerabat dengan berbagai bentuk kebaikan.

 

 

Dalam hal ini, silaturahmi merupakan sebuah syariat yang agung. Jadi, harus selalu diperhatikan dan dijaga oleh setiap manusia. Untuk diketahui juga, bahwa memutus silaturahmi akan mendapatkan konsekuensi yang tidak ringan.

Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa konsekuensi yang harus diketahui apabila memutus tali silaturahmi.

Ini yang akan kita alami jika memutus tali silaturahmi:

1. Dilaknat oleh Allah Swt

Mengenai konsekuensi ini, Allah Swt berfirman dalam QS. Muhammad ayat 22-23 yang artinya, "Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka."

2. Seperti memakan bara api

Abu Hurairah berkata, "Ada seorang laki-laki yang menemui Rasulullah, dan laki-laki itu berkata, "Wahai Rasulullah, aku mempunyai keluarga dan ketika aku berbuat baik kepada mereka, mereka berbuat jelek terhadapku. Mereka acuh terhadapku, padahal aku telah bermurah hati kepada mereka". Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Jika demikian, maka seolah-olah kamu memberi makan mereka dengan bara api. Dan pertolongan Allah akan selalu senantiasa menyertaimu selama kamu begitu (berusaha bersilaturahmi)." (HR. Muslim)

 

 

3. Tidak terkabulnya doa

"Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi, melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan doanya; Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak; Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa." Nabi lantas berkata, "Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian." (HR. Ahmad)

4. Hukumannya disegerakan di dunia

Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allah siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat." (HR. Bukhari, Tirmidzi, Abu Dawud, al-Hakim, dan lainnya)

5. Putusnya rahmat dari Allah Swt

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Sesungguhnya (kata) rahmi diambil dari (nama Allah) yaitu ar-Rahman. Allah berkata, "Barang siapa menyambungmu (kerabat), Aku akan menyambungnya, dan barang siapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya." (HR. Bukhari)

6. Jauh dari surga

"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikian konsekuensi bagi manusia yang memutuskan tali silaturahmi. Sebab, manusia merupakan makhluk sosial, jadi memang seharusnya menjaga tali persaudaraan. Bahkan, dalam Islam disebutkan bahwa setiap manusia yang menjalin tali silaturahmi dengan baik dapat membuka suatu kebajikan.


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus