encana Pelayanan Ramadan 2026 di Masjidil Haram dan Nabawi Resmi Diluncurkan
Oase.id - Pemerintah Arab Saudi melalui Presidensi Urusan Keagamaan meluncurkan rencana operasional terpadu untuk pelaksanaan Ramadan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Rencana ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan keagamaan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi selama bulan suci.
Strategi tersebut bertumpu pada tujuh sasaran utama, antara lain memperkaya pengalaman jemaah, memperluas pemanfaatan teknologi modern, serta memperkuat layanan dakwah yang moderat dan berimbang. Pelaksanaannya akan melibatkan lebih dari 850 personel dan mencakup 100 inisiatif serta proyek baru.
Presidensi Umum Urusan Keagamaan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyebut rencana ini dirancang sebagai peta jalan pelayanan Ramadan yang adaptif terhadap kebutuhan jemaah dari berbagai negara.
Presiden Urusan Keagamaan, Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais, menjelaskan bahwa penyusunan rencana dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan karakter dan kebutuhan pengunjung global. Pendekatan yang digunakan menekankan nilai moderasi, keseimbangan, serta kemajuan teknologi.
Ia merinci tujuh tujuan strategis yang menjadi fondasi kebijakan Ramadan, yakni peningkatan kualitas pengalaman jemaah, penguatan pengajaran Al-Qur’an dan Sunnah, konsolidasi kepemimpinan keagamaan Arab Saudi, pengembangan layanan penerjemahan dan kebahasaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta optimalisasi teknologi dan transformasi digital untuk menjangkau masyarakat dunia.
Rencana operasional ini akan dijalankan melalui tujuh program strategis yang diterjemahkan ke dalam sepuluh jalur operasional. Jalur tersebut meliputi bidang akademik, dakwah, media, dan transformasi digital, serta jalur khusus yang menangani urusan perempuan, penerjemahan, dan layanan kerelawanan.
Pengawas Media dan Komunikasi, Dr. Salem bin Ali Arijah, menyatakan rencana ini menjadi lompatan kualitas dalam penyajian media keagamaan. Fokusnya adalah mengemas layanan keagamaan menjadi konten profesional berbasis human interest agar pesan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dapat tersampaikan secara luas ke dunia internasional.
Secara keseluruhan, rencana ini mencakup 100 inisiatif operasional unggulan. Sejumlah proyek baru yang akan diluncurkan antara lain Hidayah Hackathon sebagai wadah inovasi teknologi, pendirian Hidayah Center, penyelenggaraan Pameran Ijlal, peluncuran platform digital baru, serta perluasan layanan penerjemahan ke lebih dari 40 bahasa.
Pelaksanaan program akan dikoordinasikan oleh tim terpadu yang terdiri dari lebih 850 personel, termasuk imam, dai, pengajar, dan muazin, guna memastikan pelayanan keagamaan selama Ramadan berjalan optimal. (TII)
(ACF)