Kanguru dan Koala di Australia Terancam Punah, Ini Anjuran Menjaga Hewan dalam Islam

Fera Rahmatun Nazilah - Lingkungan Hidup 13/01/2020
Ilustrasi hewan kanguru/ANTARA FOTO /ZABUR KARURU
Ilustrasi hewan kanguru/ANTARA FOTO /ZABUR KARURU

Oase.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Australia turut berdampak pada populasi hewan di sana. Ribuan spesies mati, tak terkecuali binatang ikonik Australia seperti kanguru dan koala.

Hewan-hewan khas negara-benua ini bahkan terancam punah karena banyak yang terbakar. Sedangkan yang selamat mulai kehilangan habitat asli mereka.

Sebagai manusia yang diberikan akal sempurna, kita harus menjaga hewan-hewan di sekitar. Sejak ribuan tahun lalu, Rasulullah Muhammad Saw sudah mengajarkan umatnya untuk menjaga dan menyayangi binatang. Sebab, perbuatan ini termasuk amal saleh yang bernilai pahala. 

Hal ini sebagaimana disebutkan Imam Bukhari melalui riwayat Abu Hurairah.

Rasulullah Saw pernah bercerita kepada para sahabat. Suatu ketika, ada seorang laki-laki yang sangat kehausan saat melakukan perjalanan. Kebetulan ia menemukan sebuah sumur. Ia pun turun ke sumur itu dan segera meneguk airnya.

Setelah keluar dari sumur, ia menemukan seekor anjing yang sedang menjulurkan lidahnya. Anjing itu menjilat-jilat tanah karena kehausan. Ia bergumam dalam pikirnya "Sungguh malang anjing ini, dia pasti sedang kehausan seperti yang aku alami tadi."

Tanpa pikir panjang, laki-laki itu kembali turun ke sumur. Ia melepaskan sepatu yang dikenakannya, lalu mengisinya dengan air. Sambil menggigit sepatu berisi air itu dengan giginya, laki-laki itu naik ke atas, kemudian segera memberi minum anjing tersebut.

Tanpa disangka-sangka, karena amalan kecil itu, dosa-dosa sang lelaki ternyata diampuni Allah Swt.

 

Para sahabat tertegun mendengar penjelasan Nabi, terbayang ampunan dan pahala yang Allah berikan karena menyayangi hewan. Mereka kemudian bertanya "Wahai Rasulullah, apakah kita akan mendapat pahala karena berbuat baik pada hewan ternak kami?"

Rasulullah Saw pun menjawab, "Semua (perbuatan baik) atas setiap makhluk yang bernyawa diberi pahala."

Dalam riwayat lainnya, Rasulullah Saw juga pernah mengabarkan bahwa di akhirat nanti ada seorang perempuan yang dimasukkan neraka. Sebab, ia mengurung seekor kucing hingga hewan itu mati.

Ia tak memberi makan dan minum, tidak pula melepaskannya agar kucing itu dapat mencari makanannya sendiri. Perempuan itu akhirnya dimasukkan neraka dan diadzab di dalamnya.

Islam amat memperhatikan kemaslahatan setiap makhluk. Menjaga dan menyayangi hewan bernilai pahala, sedangkan menyiksanya termasuk dosa.

Oleh karena itu, marilah kita menjaga dan menyayangi makhluk hidup di sekitar kita. Terlebih hewan-hewan langka yang dilindungi, agar mereka tak punah karena ulah tangan manusia.

 

Sumber: Disarikan dari hadis riwayat Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari dan riwayat Imam Muslim dalam Shahih Muslim


(SBH)
Posted by Sobih AW Adnan