Kembali ke Pesantren, Santri Tebu Ireng akan Dikarantina Dua Pekan

Medcom.id - Pendidikan 17/06/2020
Photo by Foto: Medcom.id/Amaluddin
Photo by Foto: Medcom.id/Amaluddin

Oase.id- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, berencana menerapkan protokol kesehatan yang ketat bagi santri yang hendak kembali ke pesantren. Santri akan lebih dulu dikarantina atau isolasi selama dua pekan.

"Jadi, santri yang masuk nanti diisolasi dua pekan. Hari ke-10 hari waktu isolasi itu kami lakukan rapid test," kata Pengasuh Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang K.H Abdul Hakim Mahfudz, melansir Medcom.id, Selasa, 16 Juni 2020.

Ia mengatakan, pihak pesantren sudah melakukan rapat guna membahas persiapan pondok menyambut para santri. Mereka sebelumnya dipulangkan ke rumah masing-masing. Selain karena libur, juga mencegah penyebaran virus korona (covid-19).

Gus Kikin, sapaannya, juga mengatakan dalam waktu dekat sebagian santri akan diundang untuk kembali ke pondok pesantren. Para santri akan kembali secara bertahap. Pada tahap awal, hanya akan memanggil santri kelas tiga di jenjang pendidikan SMP/MTs dan SMA/MA di lingkungan Pesantren Tebuireng, Jombang.

"Kami akan undang dulu santri kelas tiga ada 44 persen, jumlahnya 1.176 santri. Kami fokus ke situ dulu, pelaksanaannya nanti kita evaluasi," kata Gus Kikin.

Namun, santri baru atau santri kelas dua untuk belum direncanakan masuk ke pondok pesantren. Rencananya, menunggu evaluasi terlebih dahulu dari setiap tahapan penerimaan santri. Ia juga mengatakan prosedur ketat akan diberlakukan dengan tetap menjaga jarak dan menerapkan disiplin ketat bagi semua yang ada di pesantren.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang hadir di Pesantren Tebuireng Jombang mengatakan, ia sengaja datang ke pesantren ingin memastikan persiapan di pesantren. Khofifah percaya Tebuireng merupakan pesantren yang tangguh dan memiliki standar operasional prosedur yang detil.

"Ini untuk menghadapi persiapan Pesantren Tebuireng sebagai pesantren sehat, bersih dan kita bisa menjaga seluruh santri terutama pengasuh dari kemungkinan pandemi covid-19," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, pesantren merupakan salah satu komunitas yang cukup besar untuk kader bangsa dengan intensitas pembelajaran. Beberapa waktu terakhir, dirinya serta Pandam hingga Kapolda Jatim silaturahmi dengan pesantren menyiapkan pesantren bersih, pesantren tangguh.

Pesantren Tebuireng Jombang juga mendapatkan bantuan berupa masker, sejumlah alat perlindungan diri (APD), serta paket bahan pokok. Bantuan diberikan bersamaan dengan kedatangan Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jawa Timur Irjen Muhammad Fadil Imran. Hadir pula Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah dan Bupati Jombang Mundjidah Wahab.


(FER)
TAGs:
Posted by Fera Rahmatun Nazilah