Somalia: Ramadan di Balik Jeruji, Palang Merah Salurkan Iftar untuk 5.000 Tahanan

N Zaid - Ramadan 19/02/2026
Somalia: Ramadan di Balik Jeruji, Palang Merah Salurkan Iftar untuk 5.000 Tahanan. Foto: ICRC
Somalia: Ramadan di Balik Jeruji, Palang Merah Salurkan Iftar untuk 5.000 Tahanan. Foto: ICRC

Oase.id - Memasuki bulan suci Ramadan, International Committee of the Red Cross (ICRC) kembali menyalurkan bantuan pangan tahunan kepada hampir 5.000 tahanan yang tersebar di 11 lokasi penahanan di Somalia.

Setiap tahanan menerima paket berisi kurma, gula, susu bubuk, dan biskuit. Selain itu, dapur di fasilitas penahanan juga mendapat pasokan bahan makanan pokok seperti teh, lentil, pasta tomat, minyak nabati, serta kambing untuk mendukung penyediaan makanan selama Ramadan. Bantuan ini diharapkan dapat menjaga suasana dan semangat bulan suci meskipun para penerima berada dalam tahanan.

Kepala Delegasi ICRC di Somalia, Antoine Grand, mengatakan bahwa program Ramadan telah menjadi tradisi penting bagi lembaganya.

“Memberikan dukungan Ramadan telah menjadi tradisi yang kami junjung tinggi. Ini adalah simbol komitmen kami untuk memastikan setiap orang yang kehilangan kebebasannya tetap diperlakukan secara manusiawi, dengan martabat dan penghormatan,” ujarnya.

Program Penahanan Jadi Fokus Utama

Program penahanan merupakan bagian inti dari kegiatan ICRC di Somalia. Lembaga kemanusiaan tersebut bekerja sama dengan otoritas setempat untuk meningkatkan kondisi hidup dan perlakuan terhadap para tahanan.

Kegiatan yang dilakukan meliputi kunjungan rutin ke tempat-tempat penahanan guna menilai kondisi fasilitas, membantu tahanan menjaga komunikasi dengan keluarga, menyediakan dukungan medis dan perlengkapan bagi klinik di dalam lapas, serta memperbaiki infrastruktur dan sanitasi.

Sepanjang 2025, ICRC telah melakukan 56 kunjungan ke 20 lokasi penahanan di seluruh Somalia dan menemui 5.102 tahanan, termasuk 566 orang yang dipantau secara individual.

Seruan Jaga Martabat Tahanan

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap isu-isu penahanan, ICRC juga mengimbau media dan kreator konten digital untuk melaporkan isu ini secara bertanggung jawab. Menurut ICRC, menjaga privasi dan martabat tahanan sangat penting, karena publikasi gambar yang dapat mengidentifikasi mereka berpotensi menimbulkan risiko bagi tahanan maupun keluarganya.

Secara global, ICRC saat ini mengunjungi lebih dari 700.000 tahanan di lebih dari 670 pusat penahanan di berbagai negara. Di Somalia, kegiatan kunjungan penahanan telah dimulai sejak 1977 saat berlangsungnya Perang Ogaden.

Sebagai organisasi kemanusiaan yang netral, tidak memihak, dan independen, ICRC juga dapat berperan sebagai perantara netral dalam memfasilitasi pembebasan tahanan untuk alasan kemanusiaan, apabila diminta dan disepakati oleh seluruh pihak terkait.(icrc)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus