Ini Istilah-Istilah Saat Penentuan Awal Ramadan yang Perlu Diketahui

N Zaid - Ramadan 15/02/2026
Ilustrasi: Pixabay
Ilustrasi: Pixabay

Oase.id - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, umat Islam di Indonesia dan berbagai negara sering memperbincangkan sejumlah istilah khusus yang berkaitan dengan penentuan awal bulan Hijriah. Memahami istilah-istilah ini penting agar ibadah puasa dapat dilaksanakan secara tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan syariat. Berikut penjelasan istilah-istilah kunci yang sering muncul:

1. Hilal

Hilal adalah istilah yang merujuk pada bulan sabit pertama yang tampak di ufuk barat setelah matahari terbenam. Kemunculan hilal inilah yang menjadi penanda masuknya awal bulan Ramadan dalam kalender Hijriah menurut tradisi Islam. Penentuan hilal biasanya dilakukan pada malam terakhir bulan Syaban.

2. Rukyatul Hilal

Rukyatul hilal adalah metode tradisional penentuan awal Ramadan melalui pengamatan langsung hilal di langit. Kata rukyat sendiri berarti “melihat” secara fisik. Metode ini sering dilakukan dengan mata telanjang atau dengan bantuan alat seperti teleskop untuk mengamati hilal.

3. Hisab

Hisab adalah metode ilmiah untuk menentukan awal bulan Hijriyah berdasarkan perhitungan matematis dan astronomis terhadap posisi bulan dan matahari. Metode ini digunakan sebagai referensi untuk mengetahui apakah syarat astronomis hilal telah terpenuhi sebelum melakukan rukyat atau sebagai dasar penetapan awal Ramadan.

4. Sidang Isbat

Sidang Isbat adalah forum resmi yang diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama menjelang Ramadan untuk menetapkan secara formal kapan awal puasa Ramadan dimulai. Sidang ini biasanya mempertimbangkan hasil rukyat dan hisab yang dilakukan di berbagai daerah.

5. Ijtimak

Istilah ijtima’ merujuk pada peristiwa konjungsi astronomis di mana bulan berada dalam garis yang sama dengan matahari dan bumi, menandai fase sebelum munculnya hilal. Dalam metode hisab, ijtima’ menjadi salah satu kriteria untuk menentukan awal bulan baru.

6. Istikmal

Istikmal berarti penyempurnaan. Dalam konteks penentuan awal Ramadan, istilah ini digunakan apabila hilal tidak terlihat pada malam ke-29 bulan Syaban karena kondisi alam seperti awan tebal. Dalam kasus ini, bulan Syaban dilanjutkan menjadi 30 hari.

7. Kalender Hijriah

Kalender Hijriah adalah kalender Islam yang berdasarkan peredaran bulan (qamar). Kalender ini digunakan untuk menentukan waktu-waktu ibadah sepanjang tahun, termasuk Ramadan, Syawal (Idul Fitri), dan Dzulhijjah (Idul Adha). Perbedaan antara kalender Hijriah dan kalender Masehi menjadi alasan mengapa tanggal awal bulan puasa berubah setiap tahun.


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus