Kedutaan AS di Riyadh Imbau Warganya Pertimbangkan Ulang Ibadah Haji 2026

N Zaid - Haji 14/04/2026
Kedutaan AS di Riyadh Imbau Warganya Pertimbangkan Ulang Ibadah Haji 2026. Foto: Ist
Kedutaan AS di Riyadh Imbau Warganya Pertimbangkan Ulang Ibadah Haji 2026. Foto: Ist

Oase.id - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh mengeluarkan imbauan perjalanan yang meminta warga negaranya mempertimbangkan kembali untuk mengikuti ibadah haji tahun 2026 ini. Imbauan tersebut didasarkan pada situasi keamanan di kawasan Timur Tengah serta gangguan perjalanan yang terjadi secara berkala.

Dalam pernyataannya, kedutaan menyebut imbauan tersebut merujuk pada Travel Advisory untuk Arab Saudi. Warga AS diminta menilai kembali rencana berhaji di tengah kondisi keamanan yang belum stabil.

Imbauan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang dimulai pada 28 Februari 2026. Serangan rudal dan drone dari Iran membuat kawasan berada dalam status waspada, sehingga mendorong pemerintah AS mengeluarkan peringatan perjalanan yang lebih luas, termasuk ke Arab Saudi.

Pada 9 April, kedua pihak menyepakati gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi Pakistan dan saat ini masih menjalani proses negosiasi di Islamabad. Meski demikian, situasi keamanan dinilai masih dinamis, sehingga imbauan tetap diberlakukan.

Kedutaan juga menyoroti aturan baru terkait akses masuk ke Makkah yang mulai berlaku pada 18 April 2026. Setiap orang yang ingin memasuki Makkah diwajibkan menunjukkan dokumen tertentu sesuai ketentuan otoritas setempat. Sementara itu, pemegang visa selain visa haji diwajibkan meninggalkan Makkah sebelum tanggal tersebut, sejalan dengan batas waktu yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menjelang musim haji.

Ibadah haji 2026 diperkirakan dimulai sekitar 25 Mei, dengan puncak wukuf di Arafah pada 26 Mei dan Hari Raya Iduladha pada 27 Mei. Rangkaian ibadah diperkirakan berakhir pada 29 hingga 30 Mei, tergantung hasil rukyatul hilal.

Meski ada imbauan tersebut, jutaan umat Muslim dari berbagai negara diperkirakan tetap akan berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji.

Haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik dan finansial. Kedutaan AS menegaskan imbauan ini tidak melarang warganya berhaji, namun meminta mereka mempertimbangkan kondisi keamanan sebelum mengambil keputusan.(tii)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus