Raja Sok Jadi Tuhan Ditumbangkan Nyamuk: Kisah Nabi Ibrahim vs Namrud yang Bikin Merinding

N Zaid - Nabi Ibrahim 28/02/2026
Raja Sok Jadi Tuhan Ditumbangkan Nyamuk: Kisah Nabi Ibrahim vs Namrud. Foto: Pixabay
Raja Sok Jadi Tuhan Ditumbangkan Nyamuk: Kisah Nabi Ibrahim vs Namrud. Foto: Pixabay

Oase.id - Kisah perlawanan Nabi Ibrahim terhadap Raja Namrud menarik untuk disimak sehingga diambil pelajarannya. Ustadz Khalid Basalamah dalam sebuah podcast yang tayang di kanal YouTube dr. Richard Lee, MARS, serta disiarkan oleh Gazwah TV, menyampaikan kisah Nabi Ibrahim dan Namrud ini dengan narasi yang sederhana dan menarik diikuti.

Dalam tayangan tersebut, Ustadz Khalid memaparkan secara kronologis kisah Nabi Ibrahim yang menghadapi penguasa Babilonia yang mengaku sebagai tuhan. Cerita ini menyoroti dialog teologis, penghancuran berhala, hingga mukjizat saat Nabi Ibrahim selamat dari kobaran api.

Nabi Ibrahim, Bapak Para Nabi

Ustadz Khalid menjelaskan, Nabi Ibrahim merupakan nabi kelima dari 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui umat Islam, setelah Nabi Adam, Idris, Hud, dan Saleh. Dalam tradisi Nasrani, beliau dikenal dengan nama Abraham.

Dalam Islam, Nabi Ibrahim mendapat gelar Abul Anbiya atau bapak para nabi. Sebab, hampir seluruh nabi setelahnya merupakan keturunan beliau.

Dari istrinya Sarah lahir Nabi Ishak. Sementara dari Hajar lahir Nabi Ismail. Dari garis keturunan Ishak lahir para nabi Bani Israil seperti Yakub, Yusuf, Musa, Daud, Sulaiman hingga Isa. Sedangkan dari garis Ismail lahir Nabi Muhammad SAW.

Babilonia dan Raja yang Mengaku Tuhan

Menurut penjelasan Ustadz Khalid, Nabi Ibrahim diutus di wilayah Babilonia, yang kini berada di kawasan Irak. Saat itu, Babilonia menjadi pusat peradaban dan perdagangan dunia.

Di masa tersebut berkuasa seorang raja bernama Namrud. Ia dikenal sebagai penguasa kuat dengan militer tangguh dan ekonomi makmur. Kesombongan membuatnya mengaku sebagai tuhan.

Namrud menjanjikan harta dan kemakmuran bagi siapa saja yang mengakui ketuhanannya. Banyak masyarakat tunduk karena iming-iming tersebut.

Dikisahkan, Namrud pernah bermimpi kerajaannya dilalap api. Para peramal menafsirkan bahwa akan lahir seorang anak laki-laki yang kelak menghancurkan kekuasaannya. Ia pun memerintahkan pembunuhan bayi laki-laki yang lahir saat itu.

Ibu Nabi Ibrahim menyelamatkan putranya dengan menyembunyikannya hingga dewasa.

Menghancurkan Berhala dan Membungkam Raja

Ketika diutus menjadi nabi pada usia sekitar 40 tahun, Ibrahim mulai berdakwah menentang penyembahan berhala.

Di Babilonia, rakyat menyembah patung-patung yang dianggap sebagai perantara kepada Namrud. Ibrahim mempertanyakan logika mereka: bagaimana mungkin patung buatan manusia bisa menjadi tuhan?

Suatu hari, saat masyarakat pergi, Nabi Ibrahim menghancurkan seluruh berhala dan menyisakan patung terbesar dengan kapak tergantung di tangannya.

Ketika ditanya siapa pelakunya, Ibrahim menjawab agar mereka bertanya kepada patung terbesar tersebut jika memang bisa berbicara. Logika itu sempat membuat mereka terdiam, namun kesombongan mengalahkan akal sehat.

Ibrahim kemudian dihadapkan langsung kepada Namrud.

Dalam dialog yang diabadikan Al-Qur’an, Ibrahim berkata bahwa Allah-lah yang menghidupkan dan mematikan. Namrud mencoba membantah dengan membunuh seorang tahanan dan membebaskan lainnya sebagai bukti kuasa.

Ibrahim lalu memberikan argumen pamungkas: Allah menerbitkan matahari dari timur, maka coba terbitkan dari barat jika memang berkuasa. Al-Qur’an menyebut, orang kafir itu pun terdiam tak mampu menjawab.

Dibakar Hidup-Hidup, Tapi Selamat

Merasa terancam, Namrud memutuskan menghukum Ibrahim dengan cara spektakuler: dibakar hidup-hidup.

Api besar dinyalakan selama berhari-hari. Ibrahim dilempar ke dalam kobaran api. Namun, atas perintah Allah, api menjadi dingin dan menyelamatkannya.

Mukjizat itu membuat masyarakat terkejut. Ibrahim keluar tanpa luka sedikit pun.

Namrud Tewas oleh Seekor Nyamuk

Menurut kisah yang disampaikan Ustadz Khalid, setelah gagal membunuh Ibrahim, Namrud dilanda kebingungan.

Dalam kondisi tersebut, Allah mengirim seekor nyamuk yang masuk ke hidungnya dan menyebabkan penderitaan hebat. Tidak ada pasukan atau senjata yang mampu mengusir makhluk kecil itu.

Namrud akhirnya meninggal dunia. Kabar kematiannya menyebar luas, dan runtuhlah klaim ketuhanannya.

Hijrah ke Negeri Syam

Setelah peristiwa tersebut, Nabi Ibrahim berhijrah ke negeri Syam, wilayah yang kini mencakup Palestina, Yordania, Lebanon, dan Suriah. Dari sanalah dakwah tauhid terus berkembang.

Kisah ini kembali mengingatkan bahwa kesombongan dan kekuasaan tidak akan mampu melawan kehendak Allah. Bahkan seorang raja yang mengaku tuhan pun bisa ditumbangkan oleh makhluk sekecil nyamuk.

 


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus