Menjelajahi Manisa, Kota Bersejarah di Turki yang Penuh Jejak Peradaban Islam dan Warisan Dunia

N Zaid - Turki 15/05/2026
Menjelajahi Manisa, Kota Bersejarah di Turki yang Penuh Jejak Peradaban Islam dan Warisan Dunia. Foto: AA
Menjelajahi Manisa, Kota Bersejarah di Turki yang Penuh Jejak Peradaban Islam dan Warisan Dunia. Foto: AA

Oase.id - Manisa mungkin belum sepopuler Istanbul atau Cappadocia di kalangan wisatawan Indonesia. Namun kota yang berada di wilayah barat Turki ini menyimpan kekayaan sejarah, budaya, hingga panorama alam yang menakjubkan.

Terletak di kawasan Aegea, Manisa dikenal sebagai salah satu kota penting sejak ribuan tahun lalu. Kota ini pernah menjadi pusat berbagai peradaban besar, mulai dari Lydia, Romawi, Bizantium, hingga Kesultanan Ottoman.

Bagi wisatawan Muslim, Manisa menawarkan pengalaman wisata yang unik: perpaduan sejarah Islam Ottoman, situs arkeologi kuno, festival budaya, hingga masjid-masjid bersejarah yang masih berdiri megah hingga sekarang.

Kota Para Pangeran Ottoman

Pada masa Kesultanan Ottoman, Manisa memiliki posisi istimewa. Kota ini menjadi tempat pendidikan politik bagi para pangeran Ottoman sebelum naik takhta menjadi sultan.

Sejumlah tokoh besar pernah memimpin wilayah ini, termasuk Mehmed II atau Mehmed Sang Penakluk Konstantinopel, Suleiman the Magnificent, hingga Murad III.

Warisan era Ottoman masih terasa kuat di berbagai sudut kota. Wisatawan dapat menemukan kompleks masjid, madrasah, pemandian umum, penginapan kuno, jembatan, hingga pasar tradisional yang dibangun sejak ratusan tahun lalu.

Salah satu landmark penting adalah Muradiye Mosque yang terinspirasi dari sekolah arsitektur karya Mimar Sinan, arsitek legendaris Ottoman.

Selain itu ada pula Sultan Mosque yang dibangun atas perintah Ayşe Hafsa Sultan, ibu dari Sultan Suleiman Al-Qanuni.

Sardes, Kota Kuno Tempat Lahirnya Uang Logam

Tak jauh dari pusat kota Manisa terdapat situs kuno Ancient City of Sardes, bekas ibu kota Kerajaan Lydia.

Sardes dikenal sebagai salah satu tempat pertama di dunia yang menggunakan uang logam. Situs ini menyimpan jejak peradaban Yunani, Romawi, hingga Bizantium dalam satu kawasan.

Salah satu bangunan paling ikonik di Sardes adalah Temple of Artemis, kuil raksasa peninggalan era kuno yang masih berdiri dengan kolom-kolom megah.

Di kawasan yang sama juga terdapat Sinagoga Sardes, salah satu sinagoga kuno terbesar di dunia. Keberadaan situs ini menunjukkan bagaimana wilayah tersebut sejak dahulu menjadi tempat pertemuan berbagai budaya dan agama.

“Piramida” Kuno di Anatolia

Wisatawan juga dapat mengunjungi kawasan pemakaman kerajaan Lydia bernama Tumuli of Bin Tepe.

Kawasan ini dipenuhi ratusan bukit makam kuno dari abad ke-7 sebelum masehi. Makam terbesar diyakini milik Raja Alyattes dengan diameter mencapai ratusan meter.

Karena bentuknya yang unik, para pelancong Eropa dahulu menjuluki tempat ini sebagai “Piramida Anatolia”.

Negeri Vulkanik dengan Pemandangan Unik

Selain sejarahnya, Manisa juga memiliki panorama alam yang luar biasa melalui Kula-Salihli UNESCO Global Geopark.

Kawasan geopark pertama dan satu-satunya di Turki yang diakui UNESCO ini menawarkan lanskap vulkanik eksotis berupa aliran lava, batu basal, hingga formasi batu menyerupai cerobong peri seperti di Cappadocia.

Daerah ini disebut oleh ahli geografi kuno sebagai “Tanah Terbakar” karena aktivitas vulkaniknya yang berlangsung selama jutaan tahun.

Festival Mesir Macunu yang Sarat Tradisi

Salah satu tradisi paling menarik di Manisa adalah Festival Mesir Macunu, festival budaya yang telah berlangsung sejak abad ke-16.

Festival ini berasal dari ramuan herbal tradisional berisi 41 jenis rempah dan tanaman obat yang dahulu dibuat untuk menyembuhkan Hafsa Sultan.

Kini festival tersebut menjadi agenda budaya tahunan yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda Dunia.

Dalam tradisi unik ini, pasta herbal “mesir macunu” dilemparkan dari menara Sultan Mosque kepada ribuan warga yang berkumpul di bawahnya. Banyak masyarakat percaya tradisi tersebut membawa kesehatan dan keberkahan.

Tahun ini, festival digelar pada 22–26 April dan diperkirakan kembali menarik puluhan ribu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Bagi wisatawan Indonesia yang ingin merasakan sisi lain Turki di luar Istanbul, Manisa menawarkan perjalanan spiritual, sejarah, dan budaya dalam satu destinasi yang memikat.(dailysabah)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus