Arab Saudi Matangkan Persiapan Haji 2026, Mina Dilengkapi Ribuan Fasilitas Baru dan Vaksin Wajib Diterapkan

N Zaid - Haji 13/05/2026
Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal, meninjau tempat-tempat suci selama kunjungan lapangan. (SPA)
Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal, meninjau tempat-tempat suci selama kunjungan lapangan. (SPA)

Oase.id - Pemerintah Arab Saudi terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah Haji 2026 dengan memperkuat infrastruktur di kawasan suci Makkah serta memperketat aturan kesehatan bagi petugas dan jamaah.

Wakil Gubernur Makkah, Pangeran Saud bin Mishaal, melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah lokasi utama haji untuk memastikan kesiapan operasional menjelang kedatangan jutaan jamaah dari berbagai negara.

Dalam kunjungan tersebut, Pangeran Saud meninjau proyek-proyek yang dikerjakan perusahaan pengembang fasilitas haji Kidana Development Company di kawasan Mina.

Beberapa proyek besar yang diperiksa meliputi pembangunan 195 pusat perawatan lapangan, sistem akomodasi jamaah seluas lebih dari 3,5 juta meter persegi, penyediaan lebih dari 54 ribu tenda, hingga lebih dari 700 dapur bertingkat dan fasilitas pendukung lainnya.

Selain itu, pemerintah Saudi juga memperluas proyek jalur pejalan kaki di kawasan suci dengan area peneduh mencapai lebih dari 103 ribu meter persegi guna mengurangi dampak cuaca panas ekstrem saat musim haji.

Pangeran Saud turut meninjau proyek penggantian tiang kabut air dengan 400 kipas kabut modern di area barat dan timur fasilitas Jamarat. Infrastruktur baru berupa 74 eskalator juga dibangun untuk menghubungkan area tenda di Mina agar pergerakan jamaah lebih lancar.

Sementara itu, petugas dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terus melakukan inspeksi lapangan untuk memeriksa kesiapan layanan seiring meningkatnya jumlah jamaah yang tiba di Arab Saudi.

Pemeriksaan mencakup penginapan jamaah, pusat layanan, katering, transportasi, hingga lokasi penerimaan dan pengelompokan jamaah. Pemerintah Saudi menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh layanan memenuhi standar operasional dan keselamatan.

Di sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menetapkan vaksin meningitis sebagai syarat wajib bagi seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional haji tahun ini.

Juru bicara kementerian, Abdulaziz Abdulbaqi, mengatakan kebijakan itu bertujuan mencegah penyebaran penyakit menular di tengah kerumunan besar jamaah haji.

Ia menegaskan vaksin meningitis menjadi syarat utama untuk mendapatkan izin kerja selama musim haji dan harus dilakukan minimal 10 hari sebelum mulai bertugas.

Selain vaksin meningitis, pemerintah Saudi juga mendorong petugas melengkapi vaksin influenza musiman dan COVID-19 demi memperkuat perlindungan kesehatan publik selama penyelenggaraan ibadah haji.

Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi besar Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan Haji 2026 berjalan aman, tertib, dan nyaman bagi jutaan jamaah dari seluruh dunia.


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus