Politisi AS Bakar Al-Quran, Picu Kemarahan Publik

N Zaid - Alquran Diskriminasi Islam 30/08/2025
Foto: Ist
Foto: Ist

Oase.id - Aksi pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan Valentina Gomez, seorang politisi asal Kolombia yang kini berkarier di Amerika Serikat, menuai kecaman luas. Banyak pengguna media sosial menilai tindakannya menghina tokoh-tokoh penting dalam Islam, termasuk Yesus dan Maria, yang justru sangat dihormati dalam Al-Qur’an.

Sejumlah netizen menyoroti bahwa Yesus disebutkan sebanyak 25 kali dan Maria 34 kali dalam Al-Qur’an—lebih sering dibanding di Perjanjian Baru. Bahkan, ada satu surah khusus, Surah Maryam (Surah ke-19), yang menceritakan kisah kelahiran Yesus secara ajaib. “Mengapa Anda tidak menghormati Yesus dan Maria demi kepentingan politik Zionis dengan membakar Al-Qur’an?” tulis salah satu pengguna X.

Dinilai Memanfaatkan Agama untuk Ambisi Politik
Gomez sendiri dikenal sebagai politisi yang belum meraih kesuksesan. Rekam jejaknya memperlihatkan sering menggunakan retorika kebencian terhadap Muslim, imigran, dan kelompok minoritas lain demi popularitas. Tindakannya dianggap sebagai upaya mencari perhatian publik untuk mendongkrak karier politiknya.

“Keluar dari negara bagian saya. Kami tidak butuh orang intoleran yang tidak percaya pada kebebasan beragama,” tulis seorang netizen. Pengguna lain menyebut pembakaran Al-Qur’an hanya menunjukkan “ketidaktahuan” Gomez tentang Islam yang justru menghormati Yesus, Maria, dan umat Kristiani.

Kritik dari Berbagai Pihak
Kecaman datang dari banyak pihak. Richard Grenell, mantan utusan khusus Presiden Donald Trump, menegaskan bahwa tindakan Gomez justru merusak prinsip Amandemen Pertama Konstitusi AS yang menjamin kebebasan beragama.

Kemarahan publik terhadap Gomez bukan yang pertama kali terjadi. Pada Desember 2024, ia pernah membuat kontroversi dengan membagikan video simulasi eksekusi seorang migran. Aksi tersebut bahkan membuat Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyebutnya sebagai seorang “fasis.”

Tindakannya juga berimbas pada keluarganya. Sang adik, Jonathan Gomez Noriega, kehilangan pekerjaannya di kantor Wali Kota Steven Fulop setelah diketahui ikut menyumbang dana kampanye Valentina.

Dikecam Tokoh Internasional
Kritik juga datang dari luar negeri. Shaikha Ali Al-Marri, pejabat senior Kementerian Luar Negeri Qatar, menilai Gomez tidak sungguh-sungguh membela umat Kristen. Menurutnya, jika benar peduli, Gomez seharusnya mengecam tindakan Israel yang menindas dan menyerang komunitas Kristen di Palestina.

“Jika dia ingin membela agama Kristen, dia seharusnya mendengarkan kesaksian para biarawati di Palestina yang hidup di bawah penindasan Israel, bukan justru berpihak pada mereka yang merusak tempat-tempat suci,” tegas Al-Marri di X.

Ia juga membagikan wawancara Bunda Agapia Stephanopoulos dengan Tucker Carlson di YouTube, yang menyoroti penderitaan umat Kristen Palestina di tengah perang Gaza.(TRTWorld)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus