Penggunaan Masker Kain Sebaiknya Dilapisi Tisu

Medcom.id - Corona (Covid-19) 15/04/2020
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash

Oase.id- Kepala Departemen Ilmu Kesehatan THT Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM)  Dr. dr. Bambang Udji Djoko Rianto menyebut, penggunaan masker kain kurang efektif dalam mencegah penularan virus korona (Covid-19). Akan tetapi, memakai masker kain masih lebih baik ketimbang tidak menggunakan masker sama sekali.

Bambang menjelaskan alasan kenapa masker kain ini tidak efektif dan menjadi opsi terakhir untuk melindung diri dari virus korona. Masker kain, kata Bambang, tidak dapat menangkal masuknya partikel dan tingkat perlindungannya bahkan hanya tiga persen.
 
“Penetrasi masuk partikel kalau pakai masker kain ini 97 persen bisa tembus, perlindungannya hanya tiga persen saja,” jelasnya dikutip dari laman UGM, Rabu, 15 April 2020.

Dokter THT RSUP Dr. Sardjito ini menyebut, mekanisme penularan virus antara lain melalui percikan air ludah (droplet) dan airbone (partikel kecil yang terbawa udara). Sementara masker kain tidak memiliki perlindungan layaknya masker bedah yang terdiri dari tiga lapis.

Ia menjelaskan, lapisan luar masker memiliki sifat antiair untuk melindungi dari droplet. Kemudian lapisan tengah sebagai filter kuman. Lapisan dalam untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut pemakai.

Virus korona sendiri memiliki ukuran kecil dalam ukuran 0,125 mikrometer atau 125 nanometer. Adapun tingkat proteksi atau perlindungan masker bedah ini sekitar 56 persen bagi partikel droplet berukuran nanometer.

 

“Ketiganya tidak didapat dari masker kain biasa dan ini bahaya. Sebab, begitu virus nempel bisa menembus di sela pori-pori kain,” tuturnya.
 
Namun sebagai opsi terakhir, masker kain tetap bisa digunakan dengan catatan masker kain dua lapis masih harus ditambahkan tisu di tengahnya. Dengan begitu bisa meningkatkan perlindungan terhadap kemungkinan masuknya partikel kecil ke dalam masker.
 
“Memang sampai sekarang belum ada riset yang meneliti efektivitas penggunaan masker kain tiga lapis ini. Namun, logikanya kan lebih rapat jadi bisa lebih memproteksi dari infeksi virus,” paparnya.
 
Selain masker sebagai bentuk proteksi, hal lain juga tetap dilakukan guna mencegah penularan. Seperti rajin cuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan, menjaga jarak secara fisik dan menghindari kerumunan.
 
“Patuhi physical distancing untuk membantu memutus penularan covid-19,” tandasnya.
 
Ia pun menjelaskan, sejumlah hasil penelitian telah dilakukan dengan membandingkan efektivitas penggunaan masker bedah dengan masker kain. Penelitian tersebut salah satunya telah diterbitkan pada jurnal BMJ Open (2015) berjudul A Cluster Randomise Trial of Cloth Masks Compared with Medical Masks in Healthcare Workers.
 
Dalam penelitian yang dilakukan di Hanoi, Vietnam pada 1.607 rumah sakit ini diketahui, bahwa terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara penggunaan masker bedah dan masker kain dalam mencegah infeksi saluran pernafasan maupun infeksi virus.
 
”Hasilnya sangat luar biasa, ternyata orang yang pakai masker kain kemungkinan menderita infeksi saluran nafas dan infeksi virus 13 kali lebih besar dibandingkan dengan yang memakai masker bedah. Ini kan bahaya sekali,” terangnya.


(SBH)
Posted by Sobih AW Adnan