Kisah Haru Hafizah Cilik Gaza: Kehilangan Ibu karena Perang, Habiba Temukan Ketenangan dengan Menghafal Al-Quran

N Zaid - Kisah Inspiratif 31/07/2026
Kisah Haru Hafizah Cilik Gaza. Foto: Aljazeera
Kisah Haru Hafizah Cilik Gaza. Foto: Aljazeera

Oase.id - Sebuah video yang beredar luas di media sosial mengundang haru warganet. Video tersebut menampilkan kisah Habiba Muhammad, seorang gadis Palestina berusia 12 tahun dari Jalur Gaza yang berhasil menghafal 30 juz Al-Qur'an setelah kehilangan ibunya akibat perang.

Di tengah konflik yang terus melanda Gaza, Habiba menjadi simbol keteguhan iman dan harapan. Kisahnya menunjukkan bagaimana Al-Qur'an menjadi sumber kekuatan bagi anak-anak Palestina yang harus menghadapi kehilangan dan kehidupan penuh keterbatasan.

Al-Qur'an Menjadi Pelipur Lara Setelah Kehilangan Sang Ibu

Dalam video yang dibagikan para aktivis dan dikutip Al Jazeera, Habiba menceritakan bahwa wafatnya sang ibu yang gugur dalam konflik menjadi titik balik dalam hidupnya.

Di usia yang masih sangat muda, ia berusaha mengatasi duka mendalam dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui hafalan Al-Qur'an.

Menurut Habiba, setiap ayat yang dihafalnya memberikan ketenangan batin dan menjadi teman setia di saat ia harus menjalani hari-hari tanpa kehadiran ibunya.

Ia mengaku proses menghafal Al-Qur'an bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan kesabaran, disiplin, serta latihan yang dilakukan secara terus-menerus selama bertahun-tahun. Namun, cita-citanya untuk menjadi seorang hafizah membuatnya mampu bertahan di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi masyarakat Gaza.

Peran Ibu Asuh yang Mengubah Hidup Habiba

Habiba juga menyampaikan rasa syukurnya kepada ibu asuh yang merawatnya setelah kehilangan sang ibu kandung.

Menurutnya, selain pertolongan Allah SWT, dukungan dari ibu asuh menjadi faktor terbesar yang membantunya bangkit dari trauma. Ia mendapatkan pendampingan secara psikologis maupun pendidikan sehingga mampu kembali menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

Habiba menegaskan bahwa perhatian dan kasih sayang yang diterimanya menjadi fondasi penting hingga akhirnya berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur'an, meskipun hidup di tengah situasi perang dan keterbatasan yang terus membayangi Jalur Gaza.

Jadi Inspirasi Ratusan Penghafal Al-Qur'an di Gaza

Keberhasilan Habiba mendapat apresiasi dalam sebuah acara penghormatan yang digelar baru-baru ini di Gaza. Ia hadir bersama sekitar 600 penghafal Al-Qur'an muda lainnya yang menerima penghargaan atas dedikasi mereka dalam menghafal kitab suci.

Acara tersebut diselenggarakan untuk memberikan penghormatan kepada generasi muda yang tetap menuntut ilmu agama dan menjaga hafalan Al-Qur'an meski hidup di bawah tekanan konflik berkepanjangan.

Suasana haru mewarnai prosesi penghargaan ketika ratusan orang tua dan keluarga hadir menyaksikan putra-putri mereka menerima apresiasi atas pencapaian yang luar biasa tersebut.

Simbol Harapan di Tengah Konflik

Kisah Habiba Muhammad menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu dan mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta'ala dapat tumbuh bahkan di tengah situasi paling sulit sekalipun.

Di saat perang meninggalkan luka mendalam bagi banyak keluarga Palestina, Habiba memilih menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya yang membimbing langkahnya. Keteguhan gadis kecil ini pun kini menginspirasi banyak orang, tidak hanya di Gaza, tetapi juga umat Islam di berbagai penjuru dunia.


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus