Jangan Sembarangan, Ini 5 Adab Memberikan Nasihat!

Phooby Kamaratih - Hukum Islam 12/11/2021
 Photo by ANTHONY SHKRABA production from Pexels
Photo by ANTHONY SHKRABA production from Pexels

Oase.id - Islam telah mengatur segala bentuk hal di muka bumi ini, termasuk cara seorang Muslim bergaul dengan lingkungannya. Dari mulai dari berbicara, cara meminta maaf, hingga cara untuk saling menasihati baik itu untuk diri sendiri atau orang lain. Memberikan nasihat kepada sesama Muslim merupakan kewajiban setiap umat Islam terutama di jalan kebenaran dan kebaikan. Sebagaimana Allah SWT berfirman,

وَّذَكِّرۡ فَاِنَّ الذِّكۡرٰى تَنۡفَعُ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ

“Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.” (QS. Az-Zariyat : 55)

Dan sebagaimana hadits yang diriwayatkan Tamim Ad Dariy radhiallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

الدين النصيحة قلنا : لمن ؟ قال : لله ولكتابه ولرسوله ولأئمة المسلمين وعامتهم

“Agama adalah nasehat”. Para sahabat bertanya: “Untuk siapa?”. Beliau menjawab: “Untuk Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin dan umat muslim seluruhnya” (HR. Muslim, no. 55).

BACA: 3 Amalan Pembuka Rezeki yang Dianjurkan Nabi Muhammad

Melansir dari berbagai sumber, berikut adab-adab dalam menasihati sesama Muslim:

1. Ikhlas

Sebelum menasihati seseorang pastikan niat didasari dengan perasaan ikhlas dan segala sesuatu yang didasari dengan ikhlas maka termasuk amalan shalih. Dari Umar bin Khattab radhiyallahu anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إنَّما الأعْمالُ بالنِّيَّةِ، وإنَّما لِامْرِئٍ ما نَوَى، فمَن كانَتْ هِجْرَتُهُ إلى اللَّهِ ورَسولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إلى اللَّهِ ورَسولِهِ، ومَن هاجَرَ إلى دُنْيا يُصِيبُها أوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُها، فَهِجْرَتُهُ إلى ما هاجَرَ إلَيْهِ

“Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya, dan seseorang mendapatkan ganjaran sesuai niatnya. Orang yang hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya maka ia mendapatkan ganjaran sebagai amalan hijrah untuk Allah dan Rasul-Nya. Orang yang hijrah untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi wanita, maka hijrahnya sekedar yang untuk apa yang ia niatkan tersebut” (HR. Bukhari no. 6953).

2. Ssesuai dengan syariat

Rasulullah ﷺ memberikan urutan dalam menghilangkan kemungkaran. Seperti yang diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al Khudhri radhiyallahu anhu, Nabi ﷺ bersabda :

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده . فإن لم يستطع فبلسانه . فإن لم يستطع فبقلبه .وذلك أضعف الإيمان

“Barang siapa yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Muslim, no.49).

3. Gunakan kata yang baik

Menyampaikan nasihat kepada sesama Muslim hendaknya menggunakan tutur dan perkataan yang baik, seperti tidak mencela atau menjatuhkan. Seperti perintah Allah Swt kepada Nabi Musa ketika sedang menasihati Fir’aun. Allah berfirman :

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Hendaknya kalian berdua ucapkan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia akan ingat atau takut kepada Allah” (QS. Thaha: 44).

Selain itu, Nabi ﷺ bersabda :

ليسَ المؤمنُ بالطَّعَّانِ ولا اللَّعَّانِ ولا الفاحِشِ ولا البذَيُّ

“Seorang Mukmin bukanlah orang yang suka mencela, suka melaknat, suka bicara kotor dan suka bicara jorok” (HR. Tirmidzi no.1977)

BACA JUGA: [VIDEO] Yusuf Mansur: Bagaimana Kita Memaknai Rezeki?

4. Tabayyun

Sebelum menasihati seseorang hendaklah untuk memastikan informasi yang diperboleh. Apakah informasi tersebut benar dan tidak simpang siur, karena seseorang yang menyampaikan informasi atau memberikan nasihat tanpa kebenaran disebut orang yang telah melakukan kebodohan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang fasik datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian” (QS. Al-Hujurat: 6)

5. Jangan berburuk sangka

Hendaknya ketika akan memberikan nasihat pastikan hati tidak memiliki prasangka buruk kepada orang tersebut. Allah Swt berfirman :

اِجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ

“Jauhilah kalian dari kebanyakan persangkaan, sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa” (QS. Al-Hujurat: 12).

Diriwayatkan Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

إياكم والظنَّ، فإنَّ الظنَّ أكذب الحديث

“Jauhilah prasangka, karena prasangka itu adalah perkataan yang paling dusta” (HR. Bukhari no.5143)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus