Menakjubkan Kaligrafi Al-Qur'an Langka Abad ke-19 Ini Memuat 30 Juz dalam Satu Lembar Bergambar Masjidil Haram

Museum Laut Merah. Foto: X Riyadh Daily
Museum Laut Merah. Foto: X Riyadh Daily

Oase.id - Sebuah karya kaligrafi Al-Qur'an yang sangat langka dari abad ke-19 menjadi salah satu koleksi yang menarik perhatian pengunjung di Museum Laut Merah (Red Sea Museum) yang berada di kawasan bersejarah Jeddah, Arab Saudi.

Keunikan karya ini terletak pada bentuknya. Seluruh isi Al-Qur'an, yang terdiri dari 30 juz, dituliskan hanya dalam satu lembar kaligrafi dengan ilustrasi Masjidil Haram sebagai latarnya. Di bagian tengah gambar tampak Ka'bah, kiblat umat Islam di seluruh dunia, yang menjadi pusat komposisi karya tersebut.

Kaligrafi ini dibuat sekitar tahun 1859–1860 M oleh seorang seniman bernama Ghouth Mahboob Ghalib yang berasal dari Mysore, India. Karya tersebut ditulis menggunakan khat Diwani dengan tinta hitam dan hiasan emas, menghasilkan perpaduan antara keindahan seni dan ketelitian penulisan mushaf.

Yang membuatnya semakin mengagumkan, rangkaian ayat Al-Qur'an dimulai dari Surah Al-Fatihah di bagian atas, kemudian mengalir mengikuti bentuk arsitektur Masjidil Haram, hingga berakhir dengan Surah An-Nas. Penyusunan ayat-ayat tersebut menunjukkan tingkat keterampilan luar biasa sekaligus kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur'an.

Dalam tradisi Islam, seni kaligrafi berkembang sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap firman Allah subhanahu wa ta'ala. Para kaligrafer tidak hanya dituntut memiliki kemampuan artistik, tetapi juga ketelitian tinggi agar setiap huruf dan ayat ditulis dengan benar sesuai mushaf.

Selain bernilai seni, kaligrafi bersejarah ini juga menjadi saksi perjalanan para jamaah haji pada masa lampau. Banyak peziarah dari India, Asia Selatan, hingga berbagai wilayah di sekitar Laut Merah membawa karya seni, manuskrip, dan benda-benda bernilai budaya ketika menunaikan ibadah haji ke Makkah. Benda-benda tersebut kemudian menjadi bagian dari warisan peradaban Islam yang menggambarkan eratnya hubungan antara ilmu, seni, dan ibadah.(arabnews)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus