UYM: Tiga Hal Pemicu Korupsi, Dampak, dan Cara Menghindarinya
Oase.id- Korupsi amat berhubungan dengan tiga hal. Yakni, amanat, hak, dan kewajiban.
Apa-apa yang menjadi amanah, kemudian tidak amanah, berarti ia sudah mencuri amanahnya orang lain.
Begitu pun, apa-apa yang menjadi kewajibannya, lalu ia tidak menjalankannya, ia juga termasuk mengambil apa saja yang telah menjadi kewajibannya. Yang barangkali, kewajibannya itu adalah menjadi hak Allah dan manusia. Tapi, ia tidak berikan lantaran tidak dijalankan.
Lalu, apa-apa yang bukan menjadi haknya kemudian diambil, apapun bentuknya. Ini juga termasuk tindakan mencuri.
Besar kecil dampak dari perbuatan itu, seperti pengaruh, dosa, keburukan, dan hitungan kejahatannya, berbanding dengan besar kecil kesalahan yang dilakukan. Meskipun, tidak ada kesalahan yang benar-benar besar, kecuali sebab sering melakukan hal-hal itu lantaran menganggapnya perkara kecil, sepele, dan remeh.
Sebaiknya, berhati-hati. Sebab perilaku yang buruk akan berdampak pada kebersihan jiwa, hati, pikiran, rasa, dan bahkan langsung kepada badan dan kehidupan.
Perbuatan-perbuatan salah, jahat, buruk, tidak baik, tidak elok, tidak etis, mengandung dosa, maksiat, pasti merusak. Baik merusak orang lain dan tatanan alam. Hanya pertaubatan dan perbaikan dirilah yang bisa dengan izin Allah Swt mampu menyetop semua dampak kerusakan tersebut.
Jika ada yang merasa belum didatangi dampak buruk atau akibat buruk dari suatu perbuata buruk, jangan dulu berbahagia dan bersenang-senang. Mestinya malah harus khawatir, sebab jangan-jangan Allah Swt mendatangkannya secara sekaligus. Akhirnya, bisa serupa mati lampu seketika. Atau seperti halnya peristiwa kebakaran yang membuat si obyek langsung hangus dan binasa.
Dengan mengetahui bahwa tidak ada perbuatan buruk, kecuali berdampak buruk juga, maka hindarilah. Dengan mengetahui bahwa Allah Swt itu Maha Pemurah, maka segala hal yang dibutuhkan mintalah kepadaNya. Jangan sampai mengambil dari orang lain.
Jalan untuk sejahtera, kaya, senang, makmur, dan sukses, sejatinya terbentang luas. Semua itu sudah disediakan dan dikaruniakan oleh Allah Swt.
Perintah Allah Swt dan RasulNya, juga menjadi jalan meraih segala cita-cita tersebut. Termasuk jalan meraih keselamatan, ketenangan, dan kebahagiaan.
Di sisi lain, mengambil hak orang lain sejatinya adalah perbuatan percuma. Sebab, selain nanti akan diambil kembali oleh Allah Swt, juga akan mendatangkan kesengsaraan. Kesengsaraan hidup, sakaratul maut, dan akhirat. Terkhusus kepada ia yang belum sempat melakukan taubat.
(SBH)