Djed Spence: Pemain Muslim Pertama yang Membela Timnas Senior Inggris

N Zaid - Pemain Bola Muslim 30/11/2025
Djed Spence. Foto: Ist
Djed Spence. Foto: Ist

Oase.id - Djed Spence mencatatkan sejarah baru dalam dunia sepak bola Inggris. Saat tampil dalam kemenangan 5-0 Inggris atas Serbia pada laga Kualifikasi Piala Dunia, September lalu, Spence menjadi pemain Muslim pertama yang tampil untuk tim nasional senior Inggris.

Bek sayap milik Tottenham Hotspur itu masuk pada menit ke-69 menggantikan Reece James. Debut ini menjadi puncak perjalanan kariernya yang tak selalu mulus, setelah sebelumnya beberapa kali dipinjamkan ke klub lain di luar Premier League.

Meski Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak menyimpan data agama pemain, Spence diyakini sebagai pemain Muslim pertama yang membela tim senior Inggris.

“Ini berkah luar biasa,” ujar Spence. “Saya sempat terkejut. Menjadi yang pertama itu sesuatu yang besar. Saya bersyukur.”

Ketika ditanya apakah statusnya sebagai pemain Muslim pertama memberikan tekanan tambahan, Spence menjawab ringan:

“Mungkin iya, mungkin tidak. Saya hanya bermain bola dengan bahagia. Sisanya saya serahkan kepada Allah.”

Iman yang Menjadi Pondasi

Bagi pemain berusia 25 tahun tersebut, Islam bukan sekadar identitas, tetapi bagian penting dalam perjalanan karier dan kehidupannya.

“Pertama-tama, Allah Yang Maha Besar,” katanya. “Saya banyak berdoa, bersyukur, dan dalam masa-masa sulit saya yakin Allah selalu bersama saya.”

Spence sering membagikan kutipan religius di media sosialnya dan tidak jarang terlihat berdoa di lapangan.

Inspirasi bagi Generasi Muslim di Inggris

Debut Spence mendapatkan perhatian luas, terutama di kalangan komunitas Muslim Inggris.

Ebadur Rahman, pendiri organisasi Nujum Sports, yang mendampingi lebih dari 400 atlet Muslim di Inggris, menyebut momen ini sebagai pencapaian penting.

“Ini kemenangan bagi Muslim Inggris,” katanya. “Spence membawa tanggung jawab besar. Ia bukan hanya bermain untuk Inggris, tetapi menjadi panutan bagi umat Islam di seluruh dunia.”

Menurut Nujum Sports, terdapat sekitar 250 pemain Muslim di liga profesional Inggris. Namun baru Spence yang berhasil menembus tim senior Inggris, meski beberapa sebelumnya pernah memperkuat tim muda.

Perjalanan yang Tidak Mudah

Sebagian pemain Muslim di Inggris menghadapi tantangan budaya, penyesuaian kebiasaan, hingga minimnya pemahaman soal praktik keagamaan seperti shalat atau puasa Ramadan.

Nathan Ellington, mantan striker Liga Inggris yang juga seorang mualaf, mengatakan:

“Kadang klub tidak paham kebutuhan seorang Muslim. Tapi saat mereka mau belajar, semuanya bisa berjalan baik.”

Federasi sepak bola dan beberapa klub kini mulai menyediakan ruang ibadah, dukungan nutrisi saat puasa, hingga pendampingan bagi atlet Muslim.

Lebih dari Sekadar Sepak Bola

Debut Spence datang di tengah meningkatnya kasus Islamofobia dan sentimen negatif terhadap umat Islam di Inggris. Laporan organisasi pemantau Tell Mama mencatat peningkatan signifikan kasus kebencian terhadap Muslim dalam setahun terakhir.

Karena itu, kehadiran Spence di tim nasional dianggap membawa pesan positif bahwa Muslim dapat berkontribusi dan menjadi bagian penting dalam masyarakat Inggris.

“Tidak masalah dari mana kamu berasal atau apa agamamu,” ujar Ellington. “Selama kamu mampu menunjukkan kualitas, pintu akan terbuka.”

Harapan Baru untuk Anak-anak Muslim

Bagi banyak anak Muslim di Inggris, mimpi bermain untuk tim nasional kini terasa lebih mungkin.

Yunus Lunat, pelatih sepak bola dan mantan anggota dewan kesetaraan FA, mengatakan:

“Setiap pemain muda Muslim yang saya latih selalu bermimpi bermain untuk Inggris. Kini mereka melihat bahwa itu nyata.” (sky)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus