Madrasah dan Masjid Membentuk Kota Budaya Kembar Uzbekistan

N Zaid - Travel 11/02/2026
Uzbekistan. Foto: Dailysabah
Uzbekistan. Foto: Dailysabah

Oase.id - Samarkand dan Tashkent sejak lama menjadi jantung peradaban Uzbekistan. Dua kota ini dikenal sebagai pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan tradisi Islam di Asia Tengah. Hingga kini, keduanya tetap menjadi magnet bagi wisatawan, pelajar, dan peneliti dari berbagai negara.

Uzbekistan sendiri berpenduduk lebih dari 37 juta jiwa dan memiliki sejarah panjang yang diwarnai penaklukan serta kejayaan dinasti-dinasti besar. Mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan ekonomi yang banyak ditopang sektor kapas, gas alam, dan emas. Bagi pelancong, negara ini menawarkan perpaduan arsitektur kuno, kota modern, dan jejak kuat Jalur Sutra.

Tashkent: Perpaduan Kota Lama dan Modern

Sebagai ibu kota Uzbekistan sejak kemerdekaan pada 1991, Tashkent menampilkan wajah kota yang terbagi antara kawasan lama dan baru. Old Tashkent merupakan inti kota bersejarah, meski sebagian besar wilayahnya hancur akibat gempa besar berkekuatan 8,0 magnitudo pada 26 April 1966. Hanya sekitar 10 persen bangunan lama yang tersisa.

Salah satu situs penting yang masih berdiri adalah Barak Khan Madrassa di kompleks Hazrati Imam. Bangunan ini menjadi simbol tradisi keilmuan Islam di Tashkent. Kompleks tersebut juga menjadi salah satu destinasi wisata religi utama di kota ini.

Bangunan madrasah yang dulu berfungsi sebagai pusat pendidikan kini diisi toko kerajinan lokal, busana tradisional, dan suvenir khas Uzbekistan. Di dekatnya terdapat makam Abu Bakr Muhammad Kaffal al-Shashi, ulama yang dikenal berperan dalam penyebaran Islam di kawasan suku nomaden. Ia juga tercatat mempelajari ilmu agama, astronomi, dan matematika di Baghdad.

Wisata Arsitektur dan Kerajinan Tangan Tashkent

Seni ukir kayu masih menjadi ciri kuat arsitektur Uzbekistan. Masjid Hazrat Imam yang dibangun pada 2007 menampilkan pilar-pilar kayu berukir detail serta dua menara bergaya abad ke-16.

Sementara itu, Masjid Suzuk-Ota dari abad ke-14 memiliki kubah terbesar di Tashkent. Desain kubahnya dibuat agar suara imam dapat terdengar ke seluruh ruangan, bahkan sebelum teknologi pengeras suara dikenal. Di berbagai bangunan, teknik konstruksi lama dan baru dipadukan — mulai dari kubah bata tradisional hingga struktur penyangga logam modern.

Untuk pencinta seni, Museum of Applied Art of Uzbekistan di Tashkent menyimpan lebih dari 7.000 karya seni tradisional sejak awal abad ke-19 hingga sekarang. Koleksinya mencakup tekstil, keramik, ukiran, dan ornamen dengan motif kapas dan sutra — komoditas penting Uzbekistan.

Samarkand: Kota Ikonik di Jalur Sutra

Berjarak beberapa jam perjalanan dari Tashkent, Samarkand dikenal sebagai salah satu kota tertua di dunia dan permata Jalur Sutra. Kota ini mencapai masa kejayaan pada era Emir Timur (Tamerlane) dan keturunannya, berkembang menjadi pusat ilmu, budaya, dan seni.

Nama Samarkand sering diartikan sebagai “kota yang makmur”. Kota ini juga terbagi menjadi kawasan lama dan baru. Pemerintah membatasi pembangunan gedung tinggi di area modern demi menjaga karakter historisnya, sesuai ketentuan UNESCO.

Kota lama Samarkand, Afrasiyab, pernah dihancurkan pasukan Jenghis Khan pada abad ke-13 dan dibangun kembali pada abad ke-14 oleh Timur.

Registan Square, Ikon Wisata Samarkand

Destinasi paling terkenal di Samarkand adalah Registan Square, alun-alun monumental yang dikelilingi tiga madrasah bersejarah:

  • Ulugh Beg Madrassa

  • Tilya-Kori Madrassa

  • Sher-Dor Madrassa

Ketiga bangunan ini menjadi mahakarya arsitektur Islam Asia Tengah. Kondisi tanah yang lunak dan aktivitas seismik membuat struktur bangunan perlahan “turun” ke pasir, justru menambah karakter uniknya.

Ulugh Beg Madrassa didirikan pada abad ke-15 oleh Ulugh Beg, cucu Timur, yang juga seorang ilmuwan dan pengajar. Kurikulumnya mencakup matematika, filsafat, geografi, musik, dan studi agama — menjadikan Samarkand pusat pendidikan terkemuka pada masanya.

Tilya-Kori dikenal sebagai “Madrasah Berlapis Emas” dan berfungsi ganda sebagai sekolah dan masjid. Sementara Sher-Dor berfokus pada pendidikan agama.

Ciri khas lain madrasah di Samarkand adalah pintu yang dibuat rendah, sehingga pengunjung harus sedikit menunduk saat masuk — simbol penghormatan terhadap ilmu. Nilai kesopanan ini juga tampak dalam tradisi penyajian teh setempat.

Wisata Religi dan Situs Bersejarah

Uzbekistan juga kaya akan situs religi dan makam tokoh penting. Di Tashkent terdapat Mausoleum Islam Karimov, presiden pertama Uzbekistan, yang dibangun pada 2016–2017.

Masjid Hazrat Khizr diyakini berdiri di lokasi yang telah digunakan sejak era Zoroastrian pra-Islam, dan disebut sebagai salah satu masjid Muslim pertama di kawasan tersebut.

Di Samarkand, wisatawan dapat mengunjungi Masjid Bibi Khanum, yang dibangun atas perintah Timur dan dinamai dari istrinya. Kompleks makam keluarga Timur juga berada di kota ini.

Samarkand juga menjadi lokasi makam Imam Bukhari, ulama besar perawi hadis yang lahir di Bukhara. Makamnya menjadi tujuan ziarah umat Muslim dari berbagai negara.

Destinasi Asia Tengah yang Kian Diminati Wisatawan

Perpaduan arsitektur megah, sejarah Jalur Sutra, pusat keilmuan Islam, dan budaya lokal membuat Samarkand dan Tashkent menjadi destinasi unggulan Asia Tengah. Jejak peradaban masa lalu masih terawat dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin merasakan nuansa sejarah sekaligus spiritual dalam satu perjalanan.(dailysabah)


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus