Keren! Warga Desa di Klaten Gotong Royong Membuat APD
Oase.id- Warga di Dusun Tegalrejo, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah bergotong royong memproduksi alat pelindung diri (APD) bagian pelindung muka.
Upah warga yang diterima semuanya dimasukkan untuk kas desa.
Salah seorang pencetus FX Feli Aneksa Wijaya, mengatakan produksi APD tersebut dikoordinasi wilonna.com, salah satu produsen interior di lokasi itu. Aneska menyebut prihatin dengan pemberitaan di berbagai media mengenai kelangkaan APD yang mestinya dikenakan tim medis menangani kasus Covid-19.
"Kami melihat foto-foto paramedis menggunakan faceshield (pelindung wajah) seadanya. Bahkan ada yang pakai mika fotocopy dipasang di muka," kata Aneksa dilansir dari Medcom.id, Selasa, 31 Maret 2020.
Aneksa mengatakan dirinya dan sejumlah orang menggagas memproduksi APD dengan peralatan produksi di tempatnya dengan berbahan mika. Lantaran ada kelemahan dan pandangan tidak jelas, bahan dasar dibuat berbahan aklirik. Meskipun pihaknya saat ini tetap memproduksi keduanya.
"Akhirnya kami develop product dengan akrilik. Bahannya jauh lebih mahal daripada mika tetapi bening dan awet," jelas lelaki berusia 30 tahun ini.
Menurut Aneksa hasil produksi itu mendapat tanggapan positif dari sejumlah dokter. Beberapa dokter kenalan Aneksa lantas membagikan foto gambar APD itu di media sosial. Dalam sehari pihaknya mendapat pesanan sekitar 500 pcs.
"Awalnya kami ingin membagikan gratis, karena keterbatasan dana dan kebutuhan yang sangat banyak, kami hanya menjualnya sesuai harga produksi saja," ungkap Aneksa.
Menurut masalah keterbatasan dana itu kemudian dibantu Forum Ikatan Alumni Mikael (IKAMI) Solo. IKAMI membantu mencari donatur untuk meningkatkan produksi.
Tak berselang lama, pihaknya bisa mendapat donatur untuk memproduksi 6.300 pelindung muka. Kebutuhan produksi satuan APD itu sekitar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per pcs.
"Dengan pesanan sebanyak itu, kami membaginya dalam produksi ke beberapa kota, antara lain Solo, Bandung, Cikarang, dan tempat kami Prambanan," beber Aneksa.
Menurutnya tenaga di wilonna.com tak sanggup memproduksi dalam kapasitas besar karena jumlah tenaga hanya enam orang. Belakangan ada penambahan tiga orang. Ada pula sejumlah relawan dari tempat tinggal orang tua Aneksa di Dusun Tlebukan, RT 01 RW 13 Solodiran, Kecamatan Manisrenggo, Klaten.
Mereka membantu produksi berasal dari berbagai kalangan, mulai pemuda-pemudi, kaum ibu, hingga bapak-bapak.
Produksi yang terkontraksi di Dusun Tegalrejo, Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan disebar ke Solodiran, Kecamatan Manisrenggo. Selain produksi, di sana juga sekaligus untuk pengemasan.
"Proses-proses manufaktur yang hanya bisa dikerjakan workshop, kami yang mengerjakan. Proses-proses yang bisa dikerjakan orang awam dikerjakan relawan, seperti proses ngelem, pasang strap, dan packing," tuturnya.
Terhitung Selasa, 31 Maret 2020, wilonna.com kembali memproduksi APD berbahan mika untuk memenuhi pesanan sebanyak 3.000 pcs. Ia menargetkan pesanan segera selesai agar segera didistribusikan. Sebelum ini, sekitar 600 APD telah dikirimkan.
"Yang sudah kami kirimkan ke beberapa puskesmas di Semarang, Malang, Bali, Jakarta, dan Purbalingga. Kami lebih banyak mengirimkan ke Solo," pungkas Aneksa.
(SBH)