Komika Mukmin Ingatkan Gen Z, Teknologi Boleh Maju tapi Agama Jangan Ditinggalkan

N Zaid - Generasi Islam 17/06/2026
Komika Chairul Mukmin: Teknologi Harus Diimbangi Akidah yang Kuat. Foto: Kemenag
Komika Chairul Mukmin: Teknologi Harus Diimbangi Akidah yang Kuat. Foto: Kemenag

Oase.id - Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda dinilai memiliki peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan dan keagamaan kepada masyarakat. Namun, kekuatan tersebut perlu diimbangi dengan pemahaman agama yang kuat agar pemanfaatan teknologi tetap berada pada jalur yang tepat.

Pesan itu disampaikan pendakwah muda Gus Romzi Ahmad saat menghadiri kegiatan Muharaman Bersama Gen Z yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta. Acara yang diikuti ratusan peserta dari kalangan Generasi Z tersebut mengusung tema “Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”.

Menurut Gus Romzi, perkembangan teknologi telah mengubah cara generasi muda berinteraksi, belajar, dan menyampaikan pesan kepada publik. Karena itu, media sosial tidak seharusnya hanya digunakan sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi ilmu, dakwah, serta mengajak masyarakat kepada hal-hal positif.

“Satu konten kebaikan yang ditonton seribu orang itu setara dengan menyampaikan ceramah kepada seribu orang di sebuah masjid besar. Ini kekuatan yang dimiliki generasi hari ini dan perlu dimanfaatkan untuk hal-hal yang bermanfaat,” ujar Gus Romzi di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Gen Z Dinilai Punya Pengaruh Besar di Ruang Digital

Gus Romzi menjelaskan bahwa Gen Z merupakan generasi yang tumbuh dan berkembang bersama teknologi digital. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang menggunakan teknologi sebagai alat bantu, generasi saat ini hidup dalam ekosistem digital yang telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.

Kondisi tersebut, menurutnya, membuat pendekatan dakwah dan pembinaan generasi muda perlu mengikuti perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai agama.

Ia menilai kemampuan Gen Z dalam memanfaatkan media digital dapat menjadi modal besar untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan satu unggahan saja, pesan positif dapat menjangkau ribuan bahkan jutaan orang dalam waktu singkat.

Keberanian Berinovasi Perlu Diiringi Nilai Agama

Selain akrab dengan teknologi, Gus Romzi juga menyoroti karakter Gen Z yang cenderung berani mencoba hal-hal baru dan terbuka terhadap perubahan.

Menurutnya, keberanian tersebut merupakan modal penting untuk melahirkan inovasi dan kemajuan. Namun tanpa fondasi nilai yang kuat, generasi muda berisiko kehilangan arah dalam menentukan pilihan hidup.

“Anak-anak muda memang berani mengambil risiko dan mencoba sesuatu yang baru. Tetapi mereka tetap membutuhkan nilai dan panduan agar tidak kehilangan arah,” katanya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kajian keagamaan dan literasi Islam sebagai bekal menghadapi berbagai perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat.

Apresiasi KOSMIN untuk Perluas Akses Keagamaan

Dalam kesempatan tersebut, Gus Romzi juga mengapresiasi langkah Kementerian Agama yang meluncurkan penyusunan Kosa Isyarat Keislaman Indonesia (KOSMIN).

Menurutnya, kehadiran standar nasional kosa isyarat keislaman akan memperluas akses pembelajaran agama bagi penyandang disabilitas pendengaran, termasuk para santri tuli yang belajar di lingkungan pesantren.

Ia menilai inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan layanan keagamaan yang lebih inklusif dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Komika Chairul Mukmin: Teknologi Harus Diimbangi Akidah yang Kuat

Pandangan serupa disampaikan komika Chairul Mukmin yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membawa banyak kemudahan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru bagi generasi muda.

Menurutnya, pemahaman agama harus tetap menjadi prioritas agar anak muda memiliki pedoman dalam menghadapi berbagai informasi yang beredar di ruang digital.

“Kalau akidahnya kuat, kita tahu mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Kita punya batasan dalam menjalani hidup,” ujarnya.

Mukmin menilai fondasi akidah yang kokoh akan membantu generasi muda menyaring informasi, menghindari pengaruh negatif, serta mengambil keputusan secara lebih bijak.

Belajar Agama Tak Bisa Instan

Lebih lanjut, Chairul Mukmin menegaskan bahwa ilmu agama tidak dapat diperoleh secara instan, meskipun teknologi kini memungkinkan akses informasi yang sangat cepat.

Ia mengajak generasi muda untuk tetap meluangkan waktu mengikuti kajian, memperdalam wawasan keagamaan, dan terus belajar dari sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, pemahaman tentang halal dan haram bukan sekadar label hukum, melainkan panduan yang membantu seseorang menentukan sikap dan bertanggung jawab atas setiap pilihan dalam kehidupan.

Dengan bekal pemahaman agama yang kuat dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara positif, Generasi Z dinilai dapat menjadi motor penyebaran nilai-nilai kebaikan sekaligus berkontribusi membangun masyarakat yang lebih beradab di era digital. (Kemenag)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus