Arab Saudi Manfaatkan Teknologi Canggih untuk Layani Jemaah Haji, Peta Digital Masjidil Haram Diakses Ratusan Ribu Kali

N Zaid - Arab Saudi Haji 31/07/2026
Foto: Pixabay
Foto: Pixabay

Oase.id - Pemerintah Arab Saudi terus memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Pada musim Haji 1447 Hijriah, Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites memanfaatkan teknologi geospasial dan business intelligence untuk memantau pergerakan jutaan jemaah, mengelola layanan, hingga menyediakan peta digital yang dapat diakses secara langsung oleh para tamu Allah.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Kelola Lebih dari 20 Ribu Lokasi Penting di Tanah Suci

Selama musim Haji 1447 H, komisi tersebut mengelola data digital yang mencakup lebih dari 20.000 titik penting, mulai dari lokasi ibadah, fasilitas umum, layanan kesehatan, hingga berbagai sarana pendukung di Makkah dan kawasan suci lainnya.

Selain itu, lebih dari 20 peta interaktif dikembangkan untuk membantu operasional di kawasan Masjidil Haram, area pusat Kota Makkah, serta seluruh lokasi utama pelaksanaan ibadah haji.

Data tersebut terhubung dengan sekitar 30 instansi pemerintah Arab Saudi, sehingga seluruh informasi mengenai pelayanan jemaah dapat dipantau secara real-time.

Perubahan Jalan Tampil di Peta Hanya dalam 60 Detik

Salah satu inovasi yang digunakan adalah sistem peta digital Hudhud. Melalui platform ini, petugas berhasil memproses lebih dari 4.400 titik geospasial selama musim haji.

Mereka juga memperbarui informasi pada lebih dari 3.250 ruas jalan dan sekitar 70 penutupan akses jalan, dengan seluruh perubahan dapat muncul di peta digital hanya dalam waktu sekitar 60 detik.

Sementara itu, melalui platform Baladi Maps, petugas melakukan peninjauan terhadap 8.248 lokasi penting yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji, sekaligus menambahkan 3.119 titik baru di kawasan Tanah Suci.

Pantau Lalu Lintas di 1.400 Kilometer Jalan

Royal Commission juga mengoperasikan platform pemantauan lalu lintas dan kepadatan jemaah yang mampu mengawasi jaringan jalan sepanjang lebih dari 1.400 kilometer.

Selama musim Haji 1447 H, sistem tersebut merekam sekitar 9 juta gambar lalu lintas dan mengolah lebih dari 350.000 data geospasial untuk membantu pengambilan keputusan secara cepat.

Platform ini juga terintegrasi dengan 419 halte bus, sehingga jadwal transportasi umum dapat diperbarui secara langsung dan memudahkan mobilitas jemaah menuju lokasi-lokasi ibadah.

Peta Digital Masjidil Haram Paling Banyak Diakses Jemaah

Seluruh informasi tersebut dapat diakses melalui platform Digital Spatial Guidance, yaitu layanan peta digital yang dirancang khusus untuk membantu jemaah menemukan berbagai fasilitas penting selama berada di Tanah Suci.

Platform ini menyediakan 11 peta panduan yang memuat lebih dari 5.000 lokasi, mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, layanan keagamaan, transportasi, hingga destinasi pendukung lainnya.

Selama musim Haji 1447 H, layanan tersebut telah digunakan sebanyak 537.197 kali.

Peta Masjidil Haram menjadi fitur yang paling banyak diakses dengan 233.590 penggunaan, disusul peta batas administrasi Kota Makkah sebanyak 69.275 kali, serta peta lokasi-lokasi penting dan area perkemahan jemaah yang digunakan 44.084 kali.

Komitmen Tingkatkan Pelayanan Jemaah Haji

Royal Commission for Makkah City and the Holy Sites menegaskan akan terus memperbarui data jalan, lokasi, serta mengintegrasikan informasi antarinstansi guna meningkatkan kualitas pelayanan pada musim-musim haji berikutnya.

Pemanfaatan teknologi digital ini menjadi salah satu wujud komitmen Arab Saudi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jutaan tamu Allah, sekaligus mendukung penyelenggaraan ibadah haji yang semakin aman, tertib, dan efisien sejalan dengan perkembangan teknologi modern.


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus