Kemenag Siapkan 6.859 Posko Masjid Ramah Pemudik, Atur Teknis Takbiran Saat Nyepi di Bali

N Zaid - Kementerian Agama 02/03/2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Foto: Kemenag

Oase.id - Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan langkah strategis Kementerian Agama dalam mendukung kelancaran arus mudik sekaligus menyambut perayaan Nyepi dan Idulfitri 2026. Salah satu upaya utama yang disiapkan adalah penguatan layanan publik berbasis masjid melalui program Masjid Ramah Pemudik.

Menurut Menag, ribuan masjid di berbagai jalur mudik telah disiapkan sebagai posko pelayanan. Secara nasional, tercatat 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik yang tersebar di sejumlah titik perjalanan pemudik.

“Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik disiapkan di berbagai jalur mudik,” ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Program ini menghadirkan berbagai fasilitas bagi pemudik, di antaranya pembukaan masjid selama 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet serta ketersediaan air wudhu, ruang ibadah yang nyaman, hingga area istirahat. Selain itu, tersedia pula fasilitas pengisian daya gawai, penyediaan air minum dan makanan ringan, serta pusat informasi untuk membantu para pelintas.

BACA: Sejarah Perang Yarmuk: Kronologi, Latar Belakang, dan Jalannya Pertempuran

Tak hanya itu, Kementerian Agama juga meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026 guna memperkuat fungsi masjid sebagai pusat pelayanan publik. Program ini dirancang untuk menampilkan wajah masjid sebagai rumah singgah umat yang humanis dan inklusif selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Pelaksanaan EMI dilakukan melalui peliputan perjalanan di jalur mudik bersama Radio Elshinta. Kick-off dijadwalkan pada H-8 Idulfitri, sementara kegiatan berlangsung mulai H-7 hingga H+7 Lebaran atau pada 13–29 Maret 2026.

Masjid-masjid yang terlibat dalam EMI dikelompokkan dalam sejumlah kategori, seperti Masjid Transit Utama, Masjid Buffer Kota, Masjid Kota Provinsi/Kabupaten, Masjid Ikonik Sejarah, serta Masjid Area Berisiko yang berada di pelabuhan, perbatasan, dan jalur rawan kemacetan.

Di sisi lain, Menag juga menyoroti persiapan menghadapi Hari Raya Nyepi di Bali yang jatuh pada 19 Maret 2026. Ia menjelaskan, apabila Idulfitri berlangsung pada 20 Maret 2026, pelaksanaan takbiran di Bali tetap diperbolehkan dengan sejumlah pembatasan. Takbiran dilakukan tanpa pengeras suara, tanpa arak-arakan kendaraan, serta dengan penerangan minimal sebagai bentuk penghormatan dan toleransi antarumat beragama.

Namun, jika Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka perayaan Nyepi dan takbiran dapat berjalan normal sesuai jadwal masing-masing.

Menag menegaskan pentingnya koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh rangkaian mudik dan perayaan keagamaan berlangsung aman, tertib, serta nyaman bagi masyarakat.

“Negara harus hadir memastikan umat dapat menjalankan ibadah sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan aman dan manusiawi, dan masjid menjadi bagian penting dari pelayanan publik tersebut,” tegasnya. (Kemenag)


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus