Masjid Addas di Taif, Saksi Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Pemuda Nasrani yang Memeluk Islam

Masjid Addas. Foto: TII
Masjid Addas. Foto: TII

Oase.id - Di tengah kota Taif, Provinsi Makkah, Arab Saudi, berdiri sebuah masjid bersejarah yang memiliki kaitan erat dengan salah satu fase paling berat dalam perjalanan dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Bangunan yang dikenal sebagai Masjid Addas diyakini berada di lokasi yang mengabadikan pertemuan Rasulullah dengan seorang pemuda Nasrani bernama Addas, yang kemudian menerima Islam setelah berdialog dengan beliau.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menghadapi penolakan dan perlakuan kasar dari penduduk Taif ketika mengajak mereka memeluk Islam. Dalam kondisi terluka dan kelelahan, Rasulullah SAW beristirahat di sebuah kebun anggur di pinggiran kota.

Berawal dari Setandan Anggur

Menurut riwayat sirah yang masyhur, kebun tempat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam beristirahat dimiliki oleh dua tokoh Quraisy, Utbah dan Syaibah bin Rabi'ah.

Melihat kondisi Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang kelelahan, keduanya memerintahkan pelayan mereka yang beragama Nasrani, Addas, untuk mengantarkan setandan buah anggur kepada beliau.

Momen sederhana itulah yang kemudian menjadi awal sebuah dialog yang sarat makna.

Ucapan "Bismillah" Mengubah Segalanya

Saat mulai menyantap buah anggur tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan, "Bismillah."

Ucapan itu membuat Addas terkejut karena masyarakat Taif saat itu tidak terbiasa mengawali makan dengan menyebut nama Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kemudian bertanya tentang asal-usul Addas. Pemuda itu menjawab bahwa dirinya berasal dari Niniwe (Nineveh), sebuah wilayah yang kini berada di Irak dan dikenal dalam sejarah sebagai tempat diutusnya Nabi Yunus AS.

Mendengar jawaban tersebut, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda bahwa Nabi Yunus AS adalah seorang nabi, dan beliau juga merupakan seorang nabi yang diutus Allah subhanahu wa ta'ala.

Percakapan singkat itu membuat Addas takjub karena hanya sedikit orang Arab saat itu yang mengetahui kisah Nabi Yunus AS dan asal-usulnya.

Addas Memeluk Islam

Riwayat-riwayat sirah menyebutkan bahwa dialog tersebut menyentuh hati Addas hingga akhirnya ia menyatakan keimanannya kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dan memeluk agama Islam.

Kisah ini menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, karena di tengah penolakan keras masyarakat Taif, beliau justru memperoleh seorang pengikut baru melalui pendekatan yang penuh kelembutan dan kebijaksanaan.

Peristiwa tersebut juga menggambarkan bagaimana dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dilakukan melalui dialog, penghormatan terhadap keyakinan orang lain, serta penyampaian ajaran Islam dengan hikmah.

Masjid Addas Jadi Destinasi Wisata Religi

Kini, Masjid Addas menjadi salah satu destinasi ziarah yang banyak dikunjungi umat Islam saat berada di Taif.

Masjid ini mengingatkan para peziarah pada ketabahan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam menghadapi penolakan, sekaligus menjadi simbol bahwa harapan dan pertolongan Allah  subhanahu wa ta'ala dapat hadir di tengah situasi yang paling sulit.

Lokasinya yang berada tidak jauh dari kawasan bersejarah Taif menjadikan Masjid Addas sebagai salah satu situs penting dalam napak tilas perjalanan dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam di Arab Saudi.

Tercatat dalam Literatur Sirah

Kisah pertemuan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan Addas diriwayatkan dalam literatur sirah klasik, di antaranya Sirat Rasul Allah karya Ibnu Ishaq yang kemudian disunting oleh Ibnu Hisyam. Riwayat tersebut menjadi salah satu sumber utama yang mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam setelah dakwah beliau di Taif.


(ACF)
Posted by Achmad Firdaus