Kemenag: Lebih dari 2 Juta Hewan Kurban Disembelih pada Iduladha 1447 H, Nilai Ekonominya Tembus Rp18,28 Triliun

N Zaid - Kurban 08/06/2026
Kemenag: Lebih dari 2 Juta Hewan Kurban Disembelih pada Iduladha 1447 H. Foto: Pixabay
Kemenag: Lebih dari 2 Juta Hewan Kurban Disembelih pada Iduladha 1447 H. Foto: Pixabay

Oase.id Pelaksanaan ibadah kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah mencatat angka yang sangat besar di seluruh Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 2.032.753 ekor hewan kurban disalurkan melalui masjid-masjid di berbagai daerah, terdiri dari 676.866 ekor sapi dan 1.355.887 ekor kambing.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, mengatakan tingginya jumlah hewan kurban mencerminkan kuatnya partisipasi umat Islam dalam menjalankan ibadah sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Pelaksanaan kurban tahun ini menunjukkan partisipasi umat Islam yang sangat baik. Lebih dari dua juta hewan kurban tersebar di berbagai masjid di Indonesia. Ini bukan hanya bentuk ketaatan dalam beribadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Arsad di Jakarta.

Menurutnya, kurban tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga berperan besar dalam memperluas akses masyarakat terhadap konsumsi protein hewani. Karena itu, Iduladha menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan pemerataan kesejahteraan.

Selain manfaat sosial, pelaksanaan kurban tahun ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Berdasarkan estimasi harga hewan kurban yang digunakan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yakni sekitar Rp21 juta per ekor sapi dan Rp3 juta per ekor kambing, total nilai ekonomi kurban Iduladha 1447 H diperkirakan mencapai Rp18,28 triliun.

Dari total tersebut, kontribusi sapi kurban mencapai sekitar Rp14,21 triliun, sedangkan kambing kurban menyumbang sekitar Rp4,07 triliun. Nilai tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kurban turut menggerakkan sektor peternakan, perdagangan hewan ternak, hingga distribusi daging kepada masyarakat penerima manfaat.

Kemenag juga memperkirakan lebih dari 96 ribu ton daging dan karkas dihasilkan dari pelaksanaan kurban tahun ini. Dengan asumsi rata-rata bobot sapi 220 hingga 250 kilogram dan kambing 27 hingga 29 kilogram, serta tingkat karkas sekitar 50 persen untuk sapi dan 45 persen untuk kambing, total produksi daging diperkirakan mencapai 96,27 ribu ton.

Arsad menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam pelaksanaan kurban. Selain menjadi pusat ibadah, masjid juga berfungsi sebagai pusat pemberdayaan ekonomi dan pelayanan sosial melalui distribusi daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Iduladha merupakan momentum berbagi yang harus dimanfaatkan untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Iduladha ini sebetulnya identik dengan bulan berbagi. Kita berharap melalui momentum ini, semua orang bisa mencicipi gizi hewani, baik melalui jalur ibadah kurban maupun skema bantuan sosial,” ujar Nasaruddin.

Berdasarkan data Kemenag, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah hewan kurban terbanyak pada Iduladha 1447 H, yakni mencapai 455.007 ekor. Posisi berikutnya ditempati Jawa Tengah dengan 405.065 ekor dan Jawa Barat sebanyak 374.482 ekor.

Selain tiga provinsi tersebut, Sumatera Barat mencatat 106.276 ekor hewan kurban, Lampung 105.913 ekor, serta Jambi 87.319 ekor. Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban di berbagai wilayah Indonesia.

Kemenag berharap semangat berkurban yang terus tumbuh di tengah masyarakat dapat menjadi sarana memperkuat persaudaraan, meningkatkan kepedulian sosial, dan memperluas akses masyarakat terhadap pemenuhan gizi yang lebih baik.

“Data ini menunjukkan bahwa semangat berkurban masyarakat Indonesia tetap terjaga. Kami berharap manfaat kurban dapat dirasakan lebih luas dan semakin memperkuat nilai persaudaraan, kepedulian sosial, serta pemerataan akses gizi bagi masyarakat,” kata Arsad.


(ACF)
TAGs:
Posted by Achmad Firdaus